Rizal Ramli Ungkap Sebab Proyek Infrastruktur Jokowi Sering Rugi, Karena Perencanaan Yang Ngasal

[PORTAL-ISLAM.ID]   Pakar ekonomi Rizal Ramli menilai proyek infrastruktur era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering merugi.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli saat diwawancara oleh Karni Ilyas di kanal Youtube Karni Ilyas Club yang diunggah pada 12 Juni 2021.

Menurutnya, penyebab seringnya proyek infrastruktur era Jokowi merugi disebabkan oleh kurang matangnya perencanaan.

"Hampir semua proyek infrastruktur itu merugi. Kenapa? Karena slopy planning, perencanann yang ngasal," tutur Rizal Ramli.

"Jokowi berkunjung ke mana terus bilang, 'Bangun, nih, jalan ini.' 'Yes, sir!' Dibangunin (jalan)," ucapnya menambahkan.

Hal itu menurutnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan era presiden-presiden sebelumnya, termasuk zaman Presiden Soeharto.

"Zaman dahulu Indonesia, dari zaman Sohearto, zaman kita (Presiden Abdurrahman Wahid), perencanaan itu betul-betul matang. Prospeknya kayak apa, return kayak apa, bukan berdasakan daftar keinginan presiden," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu kemudian mencontohkan beberapa proyek infrastruktur era Jokowi yang merugi.

"Contohnya, monorail yang di Palembang itu hancur-hancuran. (Bandara) Kertajati, banyak lagi yang lain. Itu mubazir."

Sebelumnya, Rizal Ramli menyinggung dana haji yang disebutnya digunakan pemerintah untuk infrastruktur.

"Itu masuknya ke mana? Masuknya ya ke APBN, dan itu ada semua bukti video di mana Presiden Jokowi katakan, ‘Ini bisa kita pakai kok buat infrastruktur.’ Ada video wakil Presiden Ma’ruf katakan, ‘Ini udah Rp35 triliun kok di dalam infrastruktur’,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu memastikan dana haji yang dikelola lembaganya aman.

"Perlu kami jelaskan bahwa seluruh dana yang kami kumpulkan aman. Dana tersebut saat ini ditempatkan di bank syariah," ucapnya dikutip Pikiran-rakyat.com dari laman resmi Kemenag pada 3 Juni 2021.[pikiran-rakyat]