PAK JOKOWI, TOLONG SUDAHI MENYAKITI KELUARGA NABI

PAK JOKOWI, TOLONG SUDAHI MENYAKITI KELUARGA NABI

Oleh: Azwar Siregar

Setahu saya Pak Jokowi adalah seorang Muslim. Dan kemungkinan 90% Pejabat di Negara kita ini beragama Islam juga.

Islam adalah Agama terakhir yang dibawa oleh Nabi dan Rasul terakhir. Baginda Muhammad SAW. Kekasih Allah SWT dan yang menjadi penghulu segala makhluk dari mulai Nabi Adam AS sampai kelak Akhir Jaman.

Sekarang, cicit dari Rasul yang menjadi Kekasih Allah SWT tersebut sedang disakiti oleh rezim anda, Pak Jokowi. Sedang anda kriminalisasi. Rakyat yang paling awam sekalipun dengan masalah hukum pasti paham, kasusnya hanya dicari-cari dan direkayasa. Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan rakyat kita melakukan Pelanggaran Prokes yang lebih parah. Termasuk para Pejabat kita. Temasuk anda juga Pak Jokowi!

Pak Jokowi...

Nabi Muhammad adalah Kekasih Allah SWT. Makhluk paling istimewa. Segala yang berkaitan dengan beliau juga Istimewa. Agama yang beliau bawa Istimewa. Umat yang menjadi Pengikut beliau Istimewa. Dan tentu saja Keturunan Beliau Istimewa. Termasuk Beliau yang sekarang di kriminalisasi oleh Rezim Anda.

Keluarga Nabi walaupun statusnya sama dengan kita. Sama-sama Makhluk ciptaan Allah, tapi status mereka lebih istimewa karena ikatan darah dengan Rasulullah. Setiap Sholat selalu kita bacakan dan hadiahkan Shalawat. Saya yakin Pak Jokowi pasti paham kalau masih sering Sholat...

Makanya Almarhum Syaikhuna  KH Maimoen Zubair berkata:

"Mulyakke dzurriyyah Nabi iku ora kerono kesholehan utowo kengalimane, anangeng kerono iku keturunane Kanjeng Nabi. Yen dzurriyyah nabi iku ngalim, utowo sing diarani ithrotur rosul, mongko dobel olehe kito kudu mulyakke". (Auw Kama Qoola Kyai-Ku).

"Memulyakan keturunan Nabi itu bukan karena kesholehan dan kealimannya, tapi karena mereka adalah keturunan Nabi. Kalau keturunan Nabi itu alim, maka berlipat-lipat kita untuk memulyakanya."

(Di kutip dari berbagai sumber)

Selanjutnya Petuah beliau adalah:

1. Keturunan Rasulullah SAW itu ada yang kelihatan dan ada yang tidak kelihatan. Sedangkan yang tidak kelihatan lebih banyak jumlahnya.

2. Tidak akan terjadi kiamat jika masih ada ulama, dan sekalipun ulama habis tetep tidak akan kiamat selagi masih ada keturunan Rasulullah SAW.

3. Kita wajib memuliakan keturunan Rasulullah SAW. Jika sampai tidak memuliakan keturunan Rasulullah Saw, hati-hati dengan mati su'ul khotimah (mati dalam keadaan celaka).

Pak Jokowi dan orang-orang diluar Islam selama ini mungkin heran. Kenapa setiap ucapan dan panggilan Beliau yang sedang dikriminalisasi rezim Pak Jokowi selalu mendapat sambutan gegap gempita dari Umat. 

Belum pernah sejarahnya, bahkan sekalipun andai Pak Jokowi yang memanggil lengkap dengan iming-iming hadiah buku dan sepeda bisa mengumpulkan jutaan orang.

Karena umat yang datang memenuhi panggilan Beliau itu rindu kepada Rasulullah. Rindu kepada Kakek Beliau. 

Bagi Umat ini adalah bentuk kecintaan dan kerinduan kami kepada Rasulullah. Karena memuliakan Keturunan Rasulullah adalah bentuk dan tanda kecintaan kami kepada Rasulullah. 

Sebaliknya segala penzaliman kepada Keturunan Rasulullah adalah tanda kebencian secara tidak langsung kepada Rasullah. Bila tidak memuliakan Keturunan Rasulullah saja kata Mbak Maimoen bisa mati su'ul khotimah, apalagi dengan menzaliminya.

Naudzubillah!

Jadi tolong, berhentilah menyakiti keturunan Nabi, wahai Pak Jokowi. 

Ya Allah, saksikanlah kecintaan kami kepada RasulMu yang menjadi kesayangan-Mu. Semoga kelak di Akhirat kami bisa mendapatkan syafaatmu - Demi Allah, air mataku menetes menuliskan ini...
____
*sumber: fb penulis (25/6/2021)