Minim Prestasi, Jokowi Cari Panggung Lewat Pungli, Ahok Lewat Kartu Kredit

Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Saat Negara terbebani utang hingga Rp. 6.500 Triliun, Rakyat marah karena sembako mau dipajaki, sesama anak bangsa bertengkar gegara TWK KPK, Korupsi kian merajalela, dan setumpuk persoalan lainnya, tiba-tiba Presiden dengan sigap mengumumkan langkah yang mencengangkan. Ya, Presiden menelpon Kapolri untuk memberikan perintah langsung, sayangnya hanya untuk memburu pungli di pelabuhan.

Kapolri pun, sibuk menjalankan perintah dengan gegap gempita, langsung lakukan aksi tangkap-tangkapan. Hanya tidak pake dor doran seperti dalam penangkapan terduga teroris.

Rakyat kira, Presiden perintahkan tangkap Harun Masiku, Perintahkan bersihkan korupsi, tangkap semua yang terlibat dalam korupsi Asabri, Jiwasraya, dll. Eh, ga taunya cuma ngurusi pungli.

Begitu juga Ahok. Saat Pertamina sebagaimana BUMN lainnya mengalami banyak masalah, tak terlihat peran Ahok.

Tiba-tiba Ahok turun bak pahlawan bertopeng, mencari panggung dengan jurus kartu-kartuan. Ahok ingin memperkenalkan dirinya yang bersih, dan menuding semua yang ada di BUMN brengsek semua, terakhir menantang siapapun yang menolak adanya fasilitas kartu kredit bagi komisaris Pertamina (BUMN).

Saya tidak menganggap itu bukan masalah, tapi kalau kelasnya Presiden ngurusi pungli, Komisaris Pertamina ributnya cuma urusan kartu kredit, terus bangsa ini mau jadi apa ? dangkal sekali kemampuan ‘problem solving’ para pejabat di negeri ini ? ini tak beda dengan kelakuan Risma pada awal datang ke Jakarta yang ngurusi gelandangan. Hanya bermain citra.

Capek melihat kelakuan pejabat di negeri ini, tingkahnya kayak anak kecil yang carper. Bukan sebagai penguasa yang melayani rakyatnya. Kerjanya sibuk cari citra, lupa bahkan mengabaikan tugas utama.

Ahok di Pertamina, apa mahakarya yang dihasilkan ? Layanan antar BBM saat pandemi ? atau BBM tidak turun saat harga minyak dunia tertekan akibat pandemi ?

Apa Prestasi Jokowi, menambah saldo utang negara ? melakukan pembubaran ormas Islam ? mengkriminalisasi tokoh dan ulama ?

Tidak jelas kapasitas dan peran mereka bagi perbaikan negeri ini. Yang ada makin hari negeri ini kondisinya makin memprihatinkan.

Sekarang saya mau tanya, apakah perdebatan tentang kartu kredit komisaris akan memajukan Pertamina dan BUMN pada umumnya ? Apakah, setelah semua preman pungli ditangkap, ekonomi langsung meroket ?

Tidak jelas, perkejaan yang dilakukan dengan amanah yang dipertanggungkan. Semua sebenarnya tidak cakap, tapi mau menyulap diri seolah-olah sudah menjadi orang hebat di negeri ini.