Legislator PKS: Andika Perkasa Cocok Jadi Panglima TNI

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Sosok yang bakal menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI mulai ramai diperbincangkan. Dua nama yang menguat adalah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (menantu mantan Kepala BIN AM Hendroptiyono) dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. 

Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Sukamta, menilai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa layak menjadi Panglima TNI. Andika dianggap cocok menghadapi tantangan Indonesia ke depan.

"KSAD saat ini, Pak Andika, memang punya nilai plus yaitu pengalaman menjadi Kepala Staf yang paling lama di antara yang lainnya. Saya kira juga cocok dengan tantangan yang dihadapi baik itu di Papua maupun di wilayah nusantara secara Umum. Selama ini, Pak Jenderal Andika tampak sangat humanis tapi tegas. Saya kira itu tepat untuk saat ini," kata Sukamta kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Kendati demikian, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS ini mengatakan semua kepala staf mempunyai kompetensi untuk menjadi Panglima TNI.

"Prinsipnya, semua kepala staf punya kapasitas yang lebih dari cukup untuk menjadi panglima," katanya.

Sementara itu, politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan Panglima TNI pengganti Hadi Tjahjanto harus serang sosok yang inovatif. Ini dikarenakan tantangan ke depan semakin kompleks.

"Cari yang punya track record kepemimpinan baik. Tidak perlu lihat instansi. Lihat yang kuat inovasinya. Karena tantangan ke depan, pertahanan dan prajurit kita sangat berbeda dengan masa lalu," kata Mardani.

Menurut Mardani, Presiden harus membentuk tim untuk menilai calon-calon panglima TNI. Sehingga bisa memilih di antara para kepala staf TNI yang saat ini menjabat.

"Bagusnya Pak Jokowi buat beberapa tim untuk menilai sosok yang tepat. Karena kita sangat perlu figur mumpuni untuk Panglima TNI," kata Mardani.

Sesuai dengan aturan di Undang-undang tentang TNI, Presiden akan mengajukan satu nama calon Panglima TNI untuk menjalani fit and proper test atau uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Pak Jokowi mesti berani mengajukan yang inovatif dan berani ambil resiko untuk kemajuan bangsa," ucapnya.

(Sumber: Detikcom)