‘Bertuhan’ Kepada Jabatan dan Uang

[PORTAL-ISLAM.ID]  Oleh: KH Luthfi Bashori

Rasullullah SAW bersabda, “Apabila akhir zaman telah tiba, maka ukuran agama dan dunia seseorang adalah dirham dan dinar.” (HR. Imam Thabrani).

Dalam hadits lain diterangkan, bahwa apabila umat Islam sudah mulai merasa sangat kagum dan berlebihan dalam mencari harta dan mencintai dunia, maka akan dicabut dari dada mereka pengaruh ajaran Islam.

Jika sifat cinta dunia dan berebut menjadi pejabat, semisal berebut bancakan ‘kuwe’ jabatan balas jasa, atau berebut menumpuk hasil korupsi, maka keadaan yang demikian itu merupakan pertanda datangnya hari Qiamat semakin dekat.

Dalam istilah lain, tanda-tanda hari Qiamat semakin dekat, jika bermunculan para Abdud Dinar (Penyembah Dinar), yaitu bilamana ukuran keyakinan dan orientasi hidup manusia itu, hanyalah untuk mengejar dinar atau rupiah, atau hati mereka dipenuhi materi demi menguasai urusan duniawi semata, tidak ada pertimbangan agama untuk memenuhi kehidupannya.

Padahal dikatakan, Asyrarun naas man adrakal qiyaamah (seburuk-buruk orang itu yang mendapati atau menyaksikan peristiwa Qiyamat).

Jika masyarakat umum telah disuguhi drama pembagian jabatan ‘Komisaris BUMN’ kepada oknum-oknum yang bukan ahlinya, maka kerusakan demi kerusakan, dan kehancuran demi kehancuran akan semakin dekat, seperti juga ‘Qiyamat’ bagi para pelakunya semakin dekat.