Bantuan Muhammadiyah untuk Palestina Dari Dulu, Kini, dan Nanti

[PORTAL-ISLAM.ID]  Koordinator Program Muhammadiyah AID, Wachid Ridwan menuturkan, Muhammadiyah berperan untuk membantu Palestina bukan hanya baru-baru ini saja, melainkan sudah sejak lama.

Bahkan, kata Wachid, bantuan Muhammadiyah untuk Palestina sudah dilakukan sejak tahun 1960 atau 1970 an, dengan tokohnya Lukman Harun. Lukman Harun pada seminar-seminar internasional sering mengangkat isu-isu kemanusiaan di Palestina. Selain aktivis di Muhammadiyah ia juga tercatat sebagai Sekretaris Jendral Asian Conference on Religion and Peace (ACRP).

Sementara itu, melalui Muhammadiyah AID yang disahkan pada tahun 2017, Muhammadiyah melanjutkan membantu Palestina. Wachid menjelaskan, bantuan yang diberikan Muhammadiyah untuk Palestina pada tahun 2017 lebih fokus pada bidang pendidikan. Bantuan yang diberikan pada tahun ini lebih dari Rp 1,5 M kepada Palestina.

“Di tahun 2017 kita fokusnya di pendidikan, kita memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berkuliah di Universitas Islam Gaza sana. Kita biaya SPP mereka, kita juga punya program parsel bulan ramadan-idul fitri, idul adha, dan membantu mereka yang terluka oleh tembakan-tembakan Israel saat itu,” ungkap Wachid

Bantuan yang diberikan oleh Muhammadiyah kepada Palestina tidak berhenti sampai di situ, pasca serangan sepuluh hari Israel tahun 2021 ini Muhammadiyah juga akan mendesian program bantuan untuk Palestina.

Sekretaris Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah ini mengatakan, desain bantuan untuk rakyat Palestina kedepan rencananya akan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama adalah emergency respon, menurut Wachid, meski fase darurat telah lewat, tapi bantuan tahap pertama ini berfokus pada humanitarian (kemanusiaan).

Tahap pertama ini bantuan yang diberikan oleh Muhammadiyah difokuskan untuk penanganan masalah kemanusiaan, seperti bantuan atau kerja dalam bidang kesehatan. Misalnya Muhammadiyah akan memberikan bantuan obat, ambulan, dan segala jenis kebutuhan kemanusiaan di bidang kesehatan.

“Fase kedua itu development, development-pembangunan ini kita fokuskan pada bidang pendidikan. Kita akan melanjutkan lagi beasiswa, dan termasuk mereka yang akan pendidikan ke sini (red; Indonesia),” imbuhnya.

Fase ketiga atau bantuan jangka panjang Muhammadiyah untuk Palestina diberikan dalam bentuk program peace building (pembangunan perdamaian). Fase ini menurut Wachid secara sederhana dapat disimpulkan sebagai pewacanaan tentang masalah perdamaian dan dukungan politik untuk Palestina.

Sumber: Muhammadiyah
______
*Ket. Foto: Din Syamsuddin (Ketua Umum Muhammadiyah saat itu) bersama Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi saat pemberian bantuan Rp 2,5 Miliar untuk Palestina di kantor Muhammadiyah, Selasa (9/9/2014). (Republika)