65 Ribu Penonton, Tanpa Masker, Tanpa Jaga Jarak, Disini Kapan 'Bebas' Covid? Sudah Capek!

Mari kita tatap foto ini. Pertandingan sepakbola Euro 2020, di Hungaria dua hari lalu. Hungaria vs Prancis. 65.000 penonton datang. Tanpa masker, tanpa jaga jarak.  

Kok bisa? 

Karena di sana, sudah 54% lebih penduduknya telah divaksin per 11 Juni 2021, dan terus bertambah. Maka mereka PD membuka keran penonton. 

Saya juga ngeri lihat keberanian pemerintah Hungaria, karena batas herd immunity itu 70% penduduk divaksin, tapi mereka punya argumennya. Mereka yakin, maka go! Laksanakan pertandingan dengan stadion full. Bahkan tim Perancis 'gemetar' bermain di sana, hanya bisa imbang 1-1. 

Kita itu sudah capek sekali kan soal pandemi ini? Capeeek. Makai masker. Kemana-mana harus jaga jarak. Maka, saat kita sudah capek, apa solusinya?

Vaksin. 

Silahkan kalian cari solusi lain yang kongkrit kalau tidak sependapat. Vaksin adalah ihktiar mencegah penyakit. 

Sayangnya, di Indonesia, bahkan 10% pun belum penduduk yang divaksin (baru 4,5%). Minggu-minggu ini pemerintah berusaha mengejarnya. Dengan amunisi yg lumayan besar. Sudah ready puluhan juta vaksin. Jadi ayo, daftarkan kalian ke sentra2 vaksin terdekat. Puskes, RS, dll, dsbgnya. Dan mohon, semua dipermudah. Siapapun yang datang, bawa KTP, kasih vaksin.

Sekali kita bisa menyentuh angka 50% divaksin. Wah, itu insya Allah dampaknya banyak. Lebih2 jika 70% sudah divaksin. 
Saya terus terang capek dengan pandemi ini.

Dan saya kangen.

Kangen mengisi sebuah acara, ribuan pesertanya hadir. Dan kita bisa berbincang2 tentang literasi, tentang buku, tentang kecintaan membaca dan menulis. Saya kangen menyaksikan sebuah book fair, yang 200.000 pengunjungnya. Buku2 dijual murah, pembaca antusias datang. 

Saya kangen pergi ke pelosok2 Papua, Sulawesi, Flores, dll, bertemu anak2 yg bahkan tidak beralas kaki, dan mereka berseru-seru, "Bapak Tere, kami orang sudah baca itu Si Anak Pintar, kapan Bapak Tere membuat cerita dari tempat kami?" Lantas saya menjawabnya, "Tidak, Nak. Besok2, kamulah yang akan membuat cerita itu. Mengabarkan ke seluruh dunia." Dan anak2 itu tertawa lebar, membayangkan masa depan itu.

Jadi, ayo, bantu pemerintah menghabiskan stok vaksin puluhan juta itu. Bismillah, dengan ijin Allah, semoga kita bisa melewati pandemi ini segera.

(By Tere Liye)