Tere Liye: SAVE Sheikh Jarrah!

SAVE Sheikh Jarrah!

Penjajahan. Pengusiran. Masih ada di muka bumi, hingga hari ini. Bahkan Palestina, salah-satu negara yang diawal-awal mendukung kemerdekaan Indonesia, mereka masih terus diusir dari tanah mereka.

Baca. Pahami. Postingan ini di share oleh banyak akun-akun medsos pesohor LN sana. Sebagian besar diantara mereka bahkan bukan muslim. Mereka tahu, dan peduli jika ada penduduk Palestina yang sedang diusir dari tanah kelahirannya. Masa' kita malah bodo amat?

***

Over 1,500 Palestinians from neighborhoods in Jerusalem are facing threat of forced displacement and home demolitions by Israeli authorities. Children make up a large percentage of the families threatened with homelessness.

Recently Israeli courts have ruled in favor of Jewish settlers and given four families in the Sheikh Jarrah neighborhood until May to leave their homes. In the Silwan neighborhoods of Al Bustan and Batin al Hawa, a total of 21 families are facing home demolition as soon as May 11th to make way for an allegedly bible-inspired 'King David Park' tourist site.

This is part of Israel's larger plan of racist colonial expansion throughout East Jerusalem and the West Bank, forcibly displacing Palestinian families from their land and homes and replacing them with illegal Israeli settlements.

Two of the primary settler organizations driving these evictions, Nahalat Shimon International and Ateret Cohanim, respectively are registered and have tax-deductible charity status in the United States, from where they receive the majority of their funding.

“What we are witnessing in Sheikh Jarrah is Israel's attempt to erase the Palestinian presence from our native city in real time,” says Mohammed El-Kurd, whose family is among those set to be forcefully evicted in May. “This fate of dispossession looms over much of my neighborhood. Our lives are consumed by the anxiety of living on the brink of homelessness.”

[Terjemahan]

Lebih dari 1.500 warga Palestina dari lingkungan di Yerusalem menghadapi ancaman pemindahan paksa dan pembongkaran rumah oleh otoritas Israel. Anak-anak merupakan persentase besar dari keluarga yang terancam tunawisma.

Baru-baru ini pengadilan Israel telah memutuskan mendukung pemukim Yahudi dan memerintahkan empat keluarga di lingkungan Sheikh Jarrah hingga Mei untuk meninggalkan rumah mereka. Di lingkungan Silwan Al Bustan dan Batin al Hawa, total 21 keluarga menghadapi pembongkaran rumah secepat 11 Mei untuk memberi jalan bagi situs wisata 'King David Park' yang diduga terinspirasi oleh Alkitab.

Ini adalah bagian dari rencana ekspansi kolonial rasis Israel yang lebih besar di seluruh Yerusalem Timur dan Tepi Barat, yang secara paksa menggusur keluarga Palestina dari tanah dan rumah mereka dan menggantinya dengan pemukiman ilegal Israel.

Dua dari organisasi pemukim utama yang mendorong penggusuran ini, Nahalat Shimon International dan Ateret Cohanim, masing-masing terdaftar dan memiliki status amal yang dapat mengurangi pajak di Amerika Serikat, tempat mereka menerima sebagian besar dana mereka.

"Apa yang kami saksikan di Sheikh Jarrah adalah upaya Israel untuk menghapus kehadiran Palestina dari kota asal kami secara real time," kata Mohammed El-Kurd, yang keluarganya termasuk di antara mereka yang akan digusur paksa pada Mei. "Nasib perampasan ini membayangi sebagian besar lingkungan saya. Hidup kami diliputi oleh kecemasan hidup di ambang tunawisma."

[dari fp Tere Liye]

Penjajahan. Pengusiran. Masih ada di muka bumi, hingga hari ini. Bahkan Palestina, salah-satu negara yg diawal2...

Dikirim oleh Tere Liye pada Rabu, 12 Mei 2021