Siswi SMA yang Hina Palestina di Medsos Dikeluarkan dari Sekolah, SALAH SEKOLAH???

SALAH SEKOLAH?

Banyak banget SJW alias social justice warrior yang nyalahin sekolahnya dengan dalih dia butuh dibina, dia masih muda (19 th btw) bla bla bla, dan komen, "Coba kalau ngehina Sereal dikeluarin nggak?"

Duh, gini ya. 

Mbok ya baca dulu beritanya secara utuh kenapa sampai akhirnya dikeluarkan. Baru komen. Ponselnya smartphone, kan?

In case pada belum tahu, banyak sekolah menggunakan SISTEM POIN PELANGGARAN termasuk tempatku sekolah dulu. Begitu juga dengan SMA tempat anak ini sekolah. 

Dengan sistem poin pelanggaran, yang sudah exceeding the limit ya DO. Dikembalikan ke orang tua sebagai hukuman pamungkas setelah sebelumnya pasti diberi hukuman bertahap mulai dari peringatan, pemanggilan orang tua, skorsing, dan sebagainya. Begitu juga yang terjadi pada anak ini. 

Dia dikembalikan ke ortu bukan semata karena bacotnya soal Palestine doang, tapi karena akumulasi poin pelanggarannya sudah mencapai poin untuk dikembaliken ke ortu. 

Artinya, anak ini memang badung, banyak pelanggaran, dan poin pelanggaran yang dia dapatkan dari kelakuannya bacotin Palestine di Tiktok itu cuma menambah poin pelanggaran yang selama ini memang sudah dia kumpulkan. 

Btw buat yang belum tahu siswi SMA kelas XI berumur 19 tahun ini ngapain, dia bikin video di Tiktok dan bilang, 

PALESTINA B4B!. MARI KITA BANTAI. CANDA BANTAI.

(By Fissilmi Hamida)

___

Siswi SMA yang Hina Palestina di Medsos Dikeluarkan dari Sekolah

BENGKULU – Seorang siswa SMA di Bengkulu Tengah, Bengkulu dikeluarkan dari sekolah buntut videonya yang menghina Palestina di media sosial (medsos). Video yang dibuat MS itu pun viral medsos.

Kepala Cabdin Dikbud Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan mengatakan, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan MS, siswa kelas XI itu ke orangtuanya. Keputusan itu diambil melalui rapat yang melibatkan sejumlah pihak.

“Pihak sekolah sudah ambil keputusan melalui rapat yang dihadiri ketua komite wali kelas, unsur pengawas. Keputusan dari rapat karena poin tata tertib sekolah sudah terlampaui maka siswa tersebut akan dikembalikan ke orangtuanya,” kata Adang, Selasa (18/5/2021).

Sebelumnya, video MS memposting video berisi ujaran kebencian berupa hinaan dan ajakan untuk membantai warga Palestina. Video yang diunggah pada 15 Mei itu mendapat kecaman dari netizen.

Meski telah dihapus oleh yang bersangkutan, video tersebut terlanjur viral dan berbuntut panjang. MS tersebut dipanggil oleh pihak Polres Bengkulu Tengah.

Dari hasil mediasi yang dilakukan polisi bersama orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat setempat oknum pelajar tersebut menyatakan permintaan maafnya dan mengaku menyesali perbuatannya.

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Ary Baroto mengatakan, oknum pelajar tersebut diminta membuat surat pernyataan dan video permintaan maaf. Namun untuk proses hukum akan diselesaikan secara kekeluargaan.