AKHIRNYA... Media Menulis dengan Benar Sesuai Fungsinya... Mengungkap FAKTA, BUKAN MENYEBAR ISU

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menantang media untuk menulis berita dengan benar (sahih) terkait isu rumah mewah dari pengembang.

"Saya rasa teman-teman media bisa memanfaatkan ini untuk kesempatan kritis. Karena kalau ada berita seperti itu Anda kejar, di mana lokasinya, di mana alamatnya, di mana nomornya. Jadi beritanya itu lengkap," kata Anies kepada wartawan, di Balai Kota, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Anies meminta awak media menelusuri isu tersebut, peran media menulis fakta bukan isu, fungsi media melakukan investigasi, bukan malah ikut-ikutan menyebar gosip yang tak jelas juntrungannya.

"Ini kesempatan buat teman-teman media bisa menunjukkan ini berita yang sahih atau berita yang tidak sahih, karena tanggung jawab penulis berita adalah membuat bukti atas berita yang ditulis," tutur Anies.

"Kalau yang disebutkan saya nggak perlu membuktikan, yang membuktikan kan menuduh. Gitu ya. Makasih," kata Anies.

***

Setelah disentil Anies, media-media pun mulai melakukan fungsinya... menelusuri dan menemukan Fakta. Setelah mendapat Fakta, barulah disajikan sebagai berita untuk pembaca. Itu namanya turut mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat konstitusi.

Makelar Buka Suara Soal Rumah Mewah Dikira Gratifikasi Anies

Rumah mewah yang disebut-sebut hadiah dari pengembang reklamasi untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpampang di situs iklan penjualan rumah. Rumah tersebut sudah dijual sejak 2018.

"Kebetulan saya broker, kerja sama kantor juga. Informasinya tahun 2018 sudah mau dijual, cuman kita baru bantu jual rumah ini tahun 2019," kata broker penjualan rumah, Yulianto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/5/2021).

Yulianto menyebut rumah itu milik pasangan suami istri, Imel dan Hari. Semua dokumen-dokumen terkait rumah itu lengkap atas nama Hari. Mulai dari sertifikat, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai serifikat hak milik (SHM).

"Semua lengkap. Yang pemilik langsungnya Bu Imel atas nama sertifikat nama suaminya Pak Hari," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemilik rumah awalnya membangun rumah mewah itu untuk anaknya. Namun, anaknya tak mau menerima lantaran rumahnya terlalu luas.

Akhirnya, pemilik menjual rumah itu. Namun sejak 2018 rumah itu belum juga ada yang beli. Padahal banyak orang yang sudah bertanya-tanya terkait rumah tersebut. Sampai saat ini pihaknya masih memasang iklan penjualan rumah tersebut.

"Padahal berapa kali ada jenderal yang mau beli rumah, tapi tidak cocok karena aksesnya," katanya.

Yulianto mengaku kaget terkait viralnya rumah tersebut di media sosial dan akan diberikan kepada Anies. Ia juga mengaku tak tahu menahu soal rumah tersebut akan dibeli dan diberikan kepada Anies.

"Itu enggak ada, saya aja kaget. Tiba-tiba ada yang mirip dengan rumah iklan kita fotonya. Tidak ada isu gratifikasi. Aman aja semuanya. Malah sertifikat IMB atas nama Bu Imel," ujarnya.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, rumah mewah tersebut berada di Jalan Mandor Hassan RT 04/RW 06, Cipayung, Jakarta Timur.

Ciri-ciri rumahnya persis dengan foto rumah yang beredar di sosial media. Dalam foto itu terlihat rumah dua lantai bercat putih dengan aksen emas pada bagian dekorasinya dan berpagar hitam.

Rumah itu tampak sepi. Pagarnya tertutup rapat. Tidak ada orang sama sekali. Lampu - lampu di luar rumahnya juga tetap menyala.

Sebelumnya, beredar isu pengembang reklamasi memberikan rumah mewah kepada Anies. Ia pun meminta pihak yang menuduhnya mendapat rumah dari pengembang reklamasi untuk membuktikan tudingannya.

"Kalau yang disebutkan, kan saya tidak perlu membuktikan. Yang membuktikan yang menuduh," ujar Anies di Balai Kota pada Senin, (24/5).