KEREN! Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membentuk Detasemen Kawal Khusus yang bertugas mengamankan lingkup internal dan tamu yang sangat penting atau VVIP Kementerian Pertahanan. Mereka juga bertugas mengawal Prabowo Subianto. Detasemen Kawal Khusus ini berasal dari personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. 

Juru bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Prabowo memang meminta Markas Besar TNI menyediakan pasukan upacara Jajar Kehormatan atau penyambutan tamu yang bisa merepresentasikan personel TNI. "Artinya, personel militer Indonesia. Mereka kelihatan gagah, kemudian secara fisik merepresentasikan prajurit-prajurit yang kuat," kata Dahnil, Senin (12/4/2021). 

Ia mengatakan selama ini Kementerian Pertahanan memang memiliki prajurit yang ditugaskan oleh Mabes TNI untuk menjadi grup pasukan Jajar Kehormatan. Tugas mereka melaksanakan upacara militer penyambutan tamu VVIP, seperti menteri pertahanan ataupun pejabat militer negara sahabat. 

Namun, kata Dahnil, Prabowo ingin pasukan tersebut dapat merepresentasikan sosok prajurit TNI yang gagah, menarik, dan kuat. Dengan demikian, ia membentuk pasukan khusus yang disebut Detasemen Kawal Khusus. Anggota Detasemen Kawal Khusus itu juga diseleksi langsung oleh Prabowo.

"Detasemen Kawal Khusus akan bertugas secara rutin di Kementerian Pertahanan," ujar Dahnil. 

Pembentukan pasukan pengawal ini pertama kali diketahui lewat unggahan ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah, melalui akun Instagram-nya, Jumat pekan lalu. 

Lewat akun Instagram-nya, Rizky mengatakan Detasemen Kawal Khusus merupakan pasukan Jajar Kehormatan yang sudah lama ada, yang ditugasi menyambut tamu militer dari negara sahabat. "Hanya, memang dilakukan penyegaran personelnya. Pak Prabowo meminta Panglima TNI menyediakan personel yang memiliki fisik prima," katanya. 
Dahnil menambahkan, negara tetangga juga membentuk pasukan pengawal. Kondisi itu dijumpai oleh Prabowo ketika berkunjung ke berbagai negara. "Hal serupa juga dilakukan oleh menteri-menteri pertahanan di seluruh dunia. Ketika Pak Prabowo datang berkunjung, selalu disambut dengan Jajar Kehormatan atau upacara militer," kata Dahnil.