Ekspor ke Inggris: Kelebihan Tepung Mocaf Muhammadiyah, Lebih Sehat Dikonsumsi dari Tepung Biasanya

[PORTAL-ISLAM.ID]  YOGYAKARTA – Dari data yang ada, Indonesia menjadi negara pengimpor tepung terbanyak sedunia dengan jumlah 10.096.299 juta ton. Setiap tahunnya peningkatan impor tepung sebanyak 14,5%. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi tepung terigu yang 100% harus impor.

Sedangkan, Indonesia sendiri, terutama Muhammadiyah sudah mengembangkan tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) untuk memberdayakan para petani singkong.

Riza Azyumaridha Azra, Direktur Rumah Mocaf mengenang masa-masa sulit kala memperjuangkan rumah mocaf yang dikembangkannya. Pada tahun 2017 menjual mocaf 50 kilo perbulan saja susahnya bukan main.

“Tetapi karena berkat kegigihan dan keistiqomahan teman-teman di Angkatan Muda Muhammadiyah di Banjarnegara akhirnya kami sekarang sudah bisa menjual minimal 30 ton perbulan,” ungkapnya.

Selain itu, Tepung Mocaf dari Muhammadiyah ini telah diekspor ke Inggris dengan target rencana 60 ton tepung mocaf perbulannya. Namun, di periode awal ekspor ini akan dilakukan ujicoba ekspor 10 ton terlebih dahulu.

Maka menjadi ironis apabila Indonesia terus mengimpor tepung sedangkan masih banyak para petani singkong yang bisa menghasilkan tepung mocaf. Indonesia juga menjadi penghasil singkong terbesar kedua di dunia.

“Hal itu yang mendorong kami, dan kami melihat juga data ternyata Indonesia ini adalah negara penghasil singkong terbesar kedua setelah Brazil. Dari data BPS juga bahwa 98% petani singkong di Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Ini data yang sangat ironis, disisi lain impornya terus bertambah disisi lainnya petani singkongnya terus menderita padahal singkong bisa dimodifikasi menjadi tepung mocaf yang tentunya lebih sehat dan bisa memberdayakan petani singkong,” jelas Riza.

“Nah ini harapan kami kedepan semoga Indonesia benar-benar bisa berdaulat pangan sesuai jargonnya MPM Jihad menegakkan kedaulatan pangan!” sambungnya.

Kelebihan tepung mocaf ini diantaranya, mengandung kalsium, fosfor, dan serat yang lebih tinggi daripada tepung terigu, kaya vitamin C, mengandung fitoestrogen, suatu hormon yang berfungsi untuk mencegah menopause dini yang biasa tejadi pada perempuan, warna lebih putih, aroma singkong hilang, tekstur lebih halus, elastisitas meningkat, lebih mengembang saat digunakan sebagai bahan baku pembuatan olahan kue, hilangnya rasa pahit yang kadang muncul pada singkong, rendah gula, aman dikonsumsi oleh semua orang, dan cocok bagi penderita diabetes, autis dan celiac disease.

(Sumber: Muhammadiyah)