Buya Hamka, Bagaikan Mutiara Dalam Tumpukan Jerami

By : Egis Purnama

Buya Hamka, apakah beliau hina karena semasa hidupnya banyak menghabiskan waktu di dalam penjara rezim pada masa itu?

Tidak! Mutiara tetaplah mutiara meskipun jatuh kemudian tertimbun dalam tumpukan jerami.

Pejuang tetaplah pejuang meskipun diframing sedemikian rupa oleh barisan pecundang.

Lihatlah masa setelahnya, kebenaran akan selalu menemukan jalannya.

Jikalah Buya Hamka adalah sosok kriminal atau penjahat sehingga pantas masuk penjara, harusnya pihak-pihak yang memenjarakannya kini dikenang sebagai tokoh pahlawan.

Tapi ternyata tidak, justru Buya Hamka lah yang saat ini dikenang sebagai tokoh panutan.

Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini? Sama! Polanya selalu begitu, dari mulai zaman para Rasul, Sahabat, Tabi'in, Imam-imam Madzhab, Pahlawan Kemerdekaan, selalu sama.

Orang yang tidak kompromi terhadap kedzaliman selalu mendapat framing buruk, persekusi, penjara, penyiksaan, hingga pembunuhan.

Bagi kita yang masih ragu-ragu menilai mana yang benar & mana yang salah, banyak-banyaklah berdo'a kepada Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu di dunia ini, kemudian lihat siapa yang namanya harum di masa yang akan datang, itulah yang benar.

اللهم ارنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه.

‘’Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.’‘ 

Wallahu'alam.