Baru Kali Ini, Ceramah Ramadhan Dituduh Radikal

[PORTAL-ISLAM.ID]  Dua petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik keputusan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) terkait pembatalan kegiatan pengajian Ramadhan 1442 H yang dikaitkan dengan radikalisme.

Tidak hanya itu, menurut Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto, juga dilakukan pencopotan terhadap pihak terkait. 

Menanggapi kejadian yang cukup mengagetkan jagat maya tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina MUI, Muhyiddin Junaidi mengatakan kebijakan direksi Pelni ini sangat kontra produktif, tendensius, dan melukai hati dan perasaan umat Islam.

Menurut Muhyiddin, PELNI dan BUMN lain seharusnya malah berterimakasih dengan adanya kegiatan keagamaan.

“Seharusnya PELNI dan perusahaan-perusahaan BUMN lain berterima kasih dengan acara pembekalan spiritual terutama menghadirkan para penceramah yang memang tidak ada masalah dengan sikap dan akidah mereka,” tutur Muhyiddin.

Keputusan yang diambil PELNI menurut Muhyiddin sangatlah gegabah. Seharusnya jika memang dianggap melanggar prosedur, berilah peringatan kepada pengemban tugas.

Muhyiddin pun mengingatkan agar seharusnya PT PELNI bertindak lebih bijak dan arif tanpa membuat kegaduhan-kegaduhan baru, terutama di saat umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan.

Sejumlah penceramah dan ulama yang diundang namun akhirnya dibatalkan ini diantaranya Ustad Firanda Andirja, Ustad Rizal Yuliar Putrananda, Ustad Sayafiq Riza Basalamah, Ustad Subhan Bawazier, dan KH Cholil Nafis yang juga merupakan pengurus MUI Pusat. 

[Video]