KERAS!! Tere Liye: Negeri Para Bedebah, Saat Keadilan Tidak Ditegakkan, Bencana Datang Silih Berganti

Berkah? Ngimpi

Ada orang nagih utang. Lapor. Ternyata yang ditagih tersinggung. Dia balas melapor. Kalian tahu mana yang lebih cepat diurus? Bukan soal utangnya, tapi yang tersinggungnya.

Yes.

Ada pabrik mencemari lingkungan. Penduduk protes, melempar batu. Kalian tahu mana yang lebih cepat diurus. Bukan soal pencemaran lingkungannya. Tapi pelemparan batunya. 

Yes.

Ada orang yang kena tipu. Melapor. Yang menipu tersinggung. Ikut melapor. Kalian tahu mana yang lebih cepat diurus. Bukan yang kena tipunya. Tapi yang menipu tersinggung.

Yes.

Ada gadis diperkosa. Hamil. Aborsi. Kalian tahu mana yang lebih cepat diurus? Kasus aborsinya. Bukan pemerkosaannya.

Yes.

Tapi jangan baper dan tersinggung wahai penegak hukum. Saya tahu di page ini banyak keluarga polisi, jaksa, hakim yang kepo. Sebentar, kalian tidak perlu bawa2 UU ITE. Nggak usah mudah banget lebay tersinggung. Toh, nggak ada yg nyuruh kalian berkeliaran di sini.

Tenang, contoh2 di atas tidak ada satupun menyebut nama negara. Itu hanya terjadi di sebuah negara. Negara nun jauh di sana. Yang berharap berkah. Tapi ngimpi saja.

Saat keadilan tidak ditegakkan, bahkan Malaikat tidak sudi berkunjung, Kawan. Yang ada bencana datang silih berganti. 

Di negeri itu, sekali lagi, jika ada perusahaan yg menghancurkan alam sekitar, meracuni lingkungan. Kalian tahu siapa yang duluan dibekuk aparat? Masyarakat yang protes. YES! Yang merusak lingkungan mah adeeem. Nggak ada yang berani periksa.

(By Tere Liye, 'Negeri Para Bedebah')

*Sumber: fb Tere Liye, 28/2/2021