Erdogan Membuat Jengkel Musuh Islam

MEMBUAT JENGKEL MUSUH ISLAM 

Dahulu Umar ketika masuk Islam, dia mendatangi rumah pamannya, Abu Jahl. 

Dia tahu bahwa Abu Jahl ini besar sekali permusuhannya kepada Islam.

Kenapa Umar ke rumah pamannya?
Dia ingin membuat pamannya gusar atas keislamannya.

Setelah diketuk pintu rumah Abu Jahl, maka si paman ini pun menyambut keponakannya dengan penuh gembira..

"Selamat datang keponakanku.. Ada apa ini, apa berita yang kau bawa..."

Umar lalu mengatakan, "Sesungguhnya aku telah masuk Islam dan membenarkan Muhammad!"

Misi Umar berhasil. Abu Jahl sangat murka. Dia pun membanting pintu, lalu mengumpat...

"Semoga Allah memburukkanmu!!!"

Pagi ini saya mendapatkan gambar Presiden Erdogan bersama para pelajar putri yang berjilbab. Tahukah Anda di mana saya mendapatkan gambar ini?

Gambar ini saya dapatkan di postingan seorang atheis. Mereka merasa juengkel sekali atas bangkitnya Islam di Turki. Jauh sekali dengan masanya Mustafa Kamal. 

Musuh-musuh Islam jengkel kalau lihat wanita muslimah berhijab. Jengkel kalau lelaki muslim memelihara janggut, shalat 5 waktu berjamah di masjid. Jengkel setiap kali terdengar suara adzan. Jengkel kalau kita saling mendoakan melalui ucapan salam. Setiap kali kita menunjukkan jati diri sebagai muslim, ketika itulah mereka merasa terusik.

Mari kita buat jengkel musuh-musuh Allah.
Mari kita buat gusar mereka dengan menampakkan identitas keislaman kita.

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (At Taubah: 120)

-Ustadz Wira Bachrun-