Dengan Gelora, Anis-Fahri Banyak Dipuji

Dengan Gelora, Anis-Fahri Banyak Dipuji

Kisruh internal Partai Demokrat, membuka kisruh-kisruh internal parpol-parpol lain di Indonesia. Baik yang masih baru maupun yang sudah lama di era Orba. Untuk yang baru, siapa lagi kalau bukan diwakili duet Anis Matta dan Fahri Hamzah yang melahirkan Partai Gelora.

Langkah Anis Matta dan Fahri Hamzah yang mendirikan Partai Gelora akhirnya banyak dipuji bahwa itulah langkah yang tepat untuk mengakhiri konflik internal yang tak lagi produktif. Ketimbang yang dilakukan KLB di Demokrat, yang disimbolkan oleh Moeldoko.

Tapi, tiap orang tentu punya alasan tertentu untuk mengambil suatu langkah politik. Dalam politik, tepat atau bukan, kadang itu relatif. Kalau sudah langkah itu berhasil, tidak tepat pun dalam anggapan orang, bisa jadi itulah yang tepat secara politik, begitu sebaliknya?

Bukan tak ada kesempatan bagi Anis Matta dan Fahri Hamzah untuk melakukan hal seperti KLB itu, bahkan, sangat terbuka. Tapi Anis Matta dan Fahri Hamzah memang tak mau mengambil kesempatan itu. Baginya, parpol adalah pertarungan ide, bukan kuasa semata.

Anis Matta-Fahri Hamzah cukup membawa ketempat terang. Konflik yang gelap diuji di tempat terang agar banyak yang menilai. Tak hanya sepihak. Terbukti, Fahri Hamzah menang dan Anis Matta dipuji banyak orang. Akhirnya, kebenaran datang juga, walaupun belakangan.

Bedanya dengan KLB Moeldoko disetting di tempat gelap, lalu dibawa ketempat terang. Konflik internalnya sendiri sebetulnya sudah terang benderang, tapi dibawa dulu ketempat gelap, lalu diuji di tempat terang. Entahlah, pihak mana yang nantinya dipuji dan dicaci?

(Oleh: Erizal)