TUNALISMA...

TUNALISMA...

Sebenarnya kami-kami warga Non DKI Jakarta, tidak ada urusan dengan Sinetron Gepeng berujung ala Bu Menteri SoSial. 

Adalah sah-sah saja seorang Menteri yang menjadi Kader Partai (baca : Politikus) berusaha mencari Popularitas dengan berbagai cara. 

Termasuk cara Bu Menteri SoSial yang main Drama-dramaan Gepeng di Jalan Sudirman-Jakarta yang sialnya skenario kebohongan dan pembohongan publik tersebut terlalu cepat dibongkar Netizen.

Jadi biasa saja setiap Politikus berusaha mencari Popularitas dengan alur Sinetron atau bermain Drama.

Tapi masalahnya, sebagian besar dari kami sudah trauma dengan model-model Pencitraan murahan termasuk kasus Tunalisma sekarang. 

Dulu ada juga orang, kebetulan masih kader Partai yang sama dengan Ibu Menteri SoSial, bertampang sederhana, cenderung planga-plongo, berpenampilan merakyat (padahal masa itu hartanya puluhan miliar), keluar-masuk Got (kabarnya mau melapor sama kodok), blusukan kesana-kemari (cuma buat pencitraan), akhirnya terpilih jadi Pemimpin.

Ujung-ujungnya apa...?

Satu Negara menanggung derita yang panjang akibat ulah sebagian besar rakyat yang tertipu dengan model pencitraan murahan itu.

Bertahun-tahun ekonomi semakin memburuk. Hutang Negara semakin menumpuk. Dan nilai mata uang yang semakin terpuruk.

Jadi wajar dong, kami (sebut saja kumpulan orang-orang waras di Negeri ini) dengan berbagai cara berusaha melawan sinetron-sinetron Pencitraan murahan yang akan memperpanjang penderitaan rakyat jelata di Negeri ini.

Negara kita butuh pemimpin yang punya otak.

Kita butuh Pemimpin Smart. Pemimpin yang memiliki konsep sebagai panduan buat organisasi yang kita sebut Pemerintah untuk bekerja. Pemimpin yang memiliki goal dan tujuan jangka panjang untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

Bukan sekedar Pemimpin yang ikut-ikutan masuk-keluar got, ikut mengatur lalu lintas, ikut menyapu jalanan, menyapa gelandangan, semua itu untuk apa? Apa bisa menaikkan pendapatan Negara?

Pemimpin yang benar  itu berbicara tentang konsep dan strategi. Memastikan roda organisasi berjalan. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai.

Sedangkan model ala Bu Menteri SoSial dan alumni Got itu adalah tipe Pemimpin Baik yang Tidak Benar.  Kelihatan baik tapi sama sekali tidak benar. Menjual kemiskinan dan memamfaatkan orang miskin untuk popularitas.

Kalau Pemimpinnya benar, seharusnya tidak ada lagi orang Miskin di Negeri inikan?

Kalau cara memimpinnya benar, seharusnya tidak ada lagi Gelandangan dan Pengemis di Negeri inikan?

Ruwet...ruwet....

(By Azwar Siregar)

*Sumber: fb penulis

TUNALISMA... Sebenarnya kami-kami warga Non DKI Jakarta, tidak ada urusan dengan Sinetron Gepeng berujung Pembohongan...

Dikirim oleh Azwar pada Kamis, 07 Januari 2021