TANGGAPAN UNTUK RAHAYU SARASWATI

TANGGAPAN UNTUK RAHAYU SARASWATI

(BY Azwar Siregar)

Buat Mbak Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, lain kali sebelum anda berkomentar yang menyudutkan dan menyakiti hati Umat Islam, ada baiknya anda berpikir dan merenung agar Komentar anda lebih bijak dan kelihatan anda masih punya sisa otak biarpun tinggal sedikit.

Saya pendukung Pak Prabowo. Bahkan sampai sekarang saya masih berbaik sangka, mendukung dan selalu berpikir positif dengan Keputusan Pak Prabowo untuk bergabung dengan Rezim Pak Jokowi (tentu saja lebih baik Kabinet dan Pemerintahan diisi oleh orang-orang yang tidak akan memusuhi eks-Pendukung Kosong Dua).

Tapi cuitan di Akun mbak Saras benar-benar diluar logika akal sehat saya. Sampai tadi sore, saya baca ada 15 cuitan beruntun dengan tema yang sama: Mendukung Pembubaran Ormas FPI dan menganggapnya sebagai pemecah-belah bangsa.

Ada apa dengan otak anda?
Apa susahnya tutup mulut dan tidak usah berkomentar hal-hal yang tidak diperlukan?

Untuk info saja buat anda dan keluarga anda (Keluarga Hashim Djojohadikusumo). Di masa Pilpres, dukungan Ormas yang anda benci sekarang jauh lebih signifikan dan jauh lebih berarti dibandingkan dukungan anda dan keluarga anda.

Setahu saya anda beragama Prostestan. Dan anda tahu, berdasarkan Survey Populi, Pemilih Capres berdasarkan agama yang seiman dengan anda cuma 5,7 % yang memilih Paman anda. Sementara 93,1 % memilih Pak Jokowi-Ma'ruf Amin.

(SUMBER : https://news.detik.com/berita/d-4271843/survei-populi-sebaran-pemilih-jokowi-vs-prabowo).

Bahkan di Kampung Nenek kalian ( mayoritas juga Umat Kristen), suara yang mendukung Pak Prabowo cuma 10%.

Jadi tanpa dukungan Ormas yang sekarang kau lecehkan itu sebagai Pemecah-belah bangsa, bisa-bisa suara Prabowo-Sandi dulu cuma 12-13 % aja (sejumlah perolehan Suara Partai Gerindra).

Jadi kalapun anda tidak bisa berempati dan bersimpati kepada Ormas yang sekarang dibubarkan secara sepihak Oleh Penguasa tanpa Proses Peradilan, saran saya lebih bijak anda tutup mulut.

Masih banyak orang-orang yang diam-diam tetap mendukung dan bersimpati kepada Pak Prabowo. Tapi melihat tingkah konyol dan kebodohan yang tidak diperlukan yang sudah anda perlihatkan, semakin banyak yang berubah pikiran dan berputar haluan.[]