Sukses di Libya hingga Azerbaijan, Kini Militer Turki Melatih Kesiapan Tempur Militer Irak

Sukses di Qatar, Syiria, Somalia, Libya, Azerbaijan, kini militer Turki melatih kesiapan tempur militer Irak, Tunisia dan kemungkinan besar Albania.

Angkatan Darat Turki mengerahkan 25 konsultan militer ke Baghdad pada hari Selasa (26/1/2021) untuk mendukung tentara Irak sebagai bagian dari misi NATO di negara itu, kata kementerian pertahanan Turki.

"Sebagai bagian dari Misi NATO Irak (NM-I), konsultan militer kami dikirim ke Baghdad untuk mendukung tentara Irak yang bersahabat dan bersaudara," bunyi tweet dari kementerian.

"Sebanyak 25 personel, termasuk satu Brigadir Jenderal akan bertugas di Misi NATO Irak," tambahnya.

Ini terjadi seminggu setelah kunjungan langka menteri pertahanan Turki Hulusi Akar ke Irak. Akar membahas peningkatan hubungan militer dengan pejabat Irak dan Kurdi dalam kunjungannya, dan tampaknya mencari dukungan dari Baghdad dan Erbil untuk operasi militer yang sedang berlangsung melawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Wilayah Kurdistan dan wilayah yang disengketakan. Para pakar mengharapkan kerja sama operasi antara tiga pemerintah terhadap PKK segera.

Turki adalah anggota kunci NATO, dan memimpin Satuan Tugas Bersama Kesiapan Sangat Tinggi (VJTF) NATO dari Polandia pada 1 Januari, menurut pernyataan dari organisasi tersebut.

VJTF dibuat oleh anggota NATO pada tahun 2014 sebagai tanggapan atas lingkungan keamanan yang berubah di Ukraina dan Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg memuji kontribusi Turki untuk misi NATO, termasuk di Irak, dalam kunjungannya ke Turki pada bulan Oktober.[MiddleEast]