Bareskrim Sebut Banjir Kalsel Ulah Hujan Dan Gelombang Laut, Netizen : Tolong Di Tangkap Hujannya, Pak!

[PORTAL-ISLAM.ID]  Penyelidikan Bareskrim Polri terkait banjir besar di Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebutkan bahwa bencana yang terjadi 12-13 Januari 2021 dan menyebakan 20.000 warga mengungsi itu disebabkan faktor alam.

Bareskrim, yang menurunkan tim ke Bumi Lampung Makurat itu, menemukan faktor curah hujan tinggi sebagai biang keladi banjir Kalsel. Kesimpulan ini juga didukung analisis Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

“Kedua, tim juga telah mengecek ke syahbandar dimana pada saat itu, tinggi gelombang sangat tinggi antara 2 sampai 2,5 meter sehingga itu berpengaruh terhadap arus balik (aliran sungai) ke daratan,” kata Karo Penmas Brigjen Rusdi Hartono Jumat (22/1/2021).

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah mengevaluasi pemberian izin tambang dan perkebunan sawit di provinsi itu lantaran diduga menjadi pemicu degradasai hutan secara masif.

Pernyataan Walhi didasari oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bahwa pada 2010 hingga 2020 terjadi penurunan luas hutan primer 13.000 hektare (ha), hutan sekunder 116.000 hektare, sawah dan semak belukar masing-masing 146.000 hektare dan 47.000 hektare.

Sebaliknya area perkebunan meluas cukup signifikan menjadi 219.000 hektare. Kondisi tersebut, menurut Lapan memungkinkan terjadinya banjir di Kalimantan Selatan. Apalagi berdasarkan pantauan satelit Himawari 8 yang diterima stasiun di Jakarta, curah hujan pada 12 hingga 13 Januari 2020 sangat lebat. [beritasatu]

Tanggapan Netizen :

"Tolong ditangkap aja itu hujan dan gelombang laut nya bareskrim", tulis akun @verylikefather

"bagus ya ini Bareskrim, bisa interogasi debur ombak ama rintik hujan, kirain Ebiet G. Ade doang yg bisa ngobrol ama rumput goyang", cuit akun twitter @@egotringo

"kena pasal berapa pak hujan sama gelombang lautnya?", tulis akun @kelekecuttt