Drone Mata-mata Bawah Laut.. Bisa Nyasar ke Petamburan

DRONE MATA-MATA BAWAH LAUT

Australi dah kejet² aja ada drone selam di perairan yang merupakan jalur penghubung samudera Pacifik ke Laut Timor yang berada di utara Australia. Kenapa siy sampe parno gitu? 

Jadi gini.. selama ini alat perang yang paling ditakuti adalah Kapal Selam karena gak bisa kedeteksi dan mampu melakukan serangan mendadak. Ujug² udah di pelabuhan Darwin terus wush wush nembakin rudal ke kotanya ... dhuar meledak sana sini. Atau ke pangkalan Amerika yang ada di Darwin juga. 

Hubungannya sama drone selam yang ditemukan nelayan Pulau Selayar apaan? 

Jadi gini.. spesifikasi drone yang ditemukan merupakan drone selam yang dapat digunakan untuk mengamati densitas air laut di kedalaman seperti suhu, tekanan dan juga kadar garam bahkan beberapa drone mampu melakukan betimetri yakni pemetaan kontur dasar laut.  

Iyaaa terus hubungannya apaaaaan !!!! 

Nah... Kapal Selam dalam melakukan navigasinya di kedalaman laut itu gak seperti Pesawat yang jarak pandangnya bisa kiloan meter itupun dibantu radar dari pesawat dan tower ATC tapi kalo dalam air tuh jarak pandangnya pendek banget karena di laut dalam sinar matahari gak tembus.. Maka dari itu untuk navigasinya Kapal Selam menggunakan Sistem Komunikasi Gelombang Akustik dimana sistem ini sangat dipengaruhi oleh perubahan densitas air laut. Nah densitas/kerapatan air laut itu dipengaruhi suhu, tekanan dan kadar garam di perairan tersebut. Karena di kedalaman laut itu gak semua dapat terdeteksi sonar yang dipancarkan oleh Kapal Selam biasanya disebut shadow zone. Nah area² inilah yang biasanya dicari oleh si drone selam ini. Buat apa? Buat ngumpet dari deteksi sonar kapal selam lawan atau buat persiapan serangan mendadak. 

Nah kenapa bagian dalam perairan sekitar Selayar ini perlu diteliti? 

Karena kondisi alami perairan ini merupakan pertemuan berbagai massa air dari berbagai perairan disekitarnya sehingga memiliki karakteristik yang unik, gak bisa maen langsung nyelem aja. Bisa² nyasar kemana² yg tadinya mau nyerang Darwin malah nyasar ke Petamburan III. Repot ursannya kalo jumpa laskar. 

Jadi nurut Malcom Davis dari Institut Kebijakan Strategis Australia mengatakan drone itu ditemukan di rute maritim krusial, yang menghubungkan antara Laut China Selatan ke kota paling utara Australia, Darwin.

Mereka (Australia dan Amerika) harus siap² karena pangkalan Amerika juga ada di Darwin. 

Terus kalo negara kita bagaimana? 

Slow aja ... selama dipimpin oleh Pak Jokowi maka Indonesia baik² saja. Karena orang Indonesia dapat menduga dalamnya laut namun dalamnya hati siapa yang tahu. 

✊✊✊✊✊

(By Bung Nanang)