TES FERDINAND

TES FERDINAND

Kalau menurut penilaian saya, Ferdinand ini lagi mengerjakan ujian (Tes). 

Dulu dia pendukung Jokowi pada pilpres 2014, lalu setelah itu dia memilih keluar dan berbalik di 2019 mendukung Prabowo dan masuk dalam kepengurusan Partai Demokrat. Dia besama kader Demokrat lainnya seperti Jensen Sitandoan menjadi motor pembicara di acara talk show pada acara TV. 

Menjadi Caleg dari Partai Demokrat di pemilu 2019, namun gagal terpilih. Ada kekecewaan dan dia melampiaskan kekesalan karena tidak mendapatkan keuntungan atas apa yang ia lakukan demi mengusung Prabowo. 

Dia pikir karena aktif menjadi pembicara di TV dan memiliki puluhan ribu follower di sosmed, bisa mendudukkan dirinya menjadi legislatif. Ternyata semuanya hampa saat dirinya sendiri tidak lolos masuk parlemen, karena kekurangan suara. 

Seusai pilpres 2019, dia berbalik arah dan menyatakan mendukung Jokowi. Berharap diterima oleh "KAKAK PEMBINA" yang dulu pernah mengkomandoi dirinya. 

Sayangnya, kakak pembina gak semudah itu menerima anggota yang dianggap berkhianat. Jika mau kembali, dirinya harus menerima "ujian" untuk membuktikan bahwa dia layak untuk diterima ke komunitas kakak pembina. 

Ujian adalah sebuah tes pembuktian. Dirinya harus berlaku berani di media sosial dengan menyinggung pihak-pihak yang dijadikan dukungan oleh oposisi. Termasuk memainkan hatespeech pada tokoh-tokoh agama maupun panutan masyarakat. 

Dan dirinya menerima karena menganggap jalan yang ia pilih dulu sangat merugikan baik materi maupun lainnya. Bahkan sampai mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat. 

Seberapa banyak kecaman dan aksi pelaporan pada dirinya, adalah bukti bahwa dia telah berani menerima tes yang "disyaratkan" oleh kakak pembina. 

Dan saya pikir ia lulus ujian, ketika mendapatkan pelaporan dari tokoh nasional atas apa yang ia tuliskan pada akun tweetnya. Jika pelaporan itu masih berasal dari kelas recehan, dirinya belum lulus. Namun saat pelaporan dilakukan oleh tokoh besar, sebentar lagi dia akan menerima lencana kebesaran kakak pembina, yang menandakan dia telah diterima. 

Jika dirinya lolos dari jerat hukum, maka kakak pembina sudah berada di depan untuk melindunginya. 

(By Setiawan Budi)