Edy Mulyadi Menanggapi Video Yang Beredar Bahwa Dirinya Membayar Saksi: Itu FITNAH KEJI Cara-cara Yang Biasa Dilakukan PKI

[PORTAL-ISLAM.ID]  Wartawan senior FNN, Edy Mulyadi, telah gegerkan publik dengan hasil investigasinya di lokasi KM 50 Tol Cikampek, tempat yang disebut terjadinya penembakan enam laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq.

Edy Mulyadi mewancarai dua orang saksi di lokasi rest area KM50. Saksi yang berjarak hanya 8 meter dari tempat kejadian menyatakan tidak ada tembak menembak antara FPI dan polisi di situ. Ada yang menembak, tapi itu polisi yang melakukan penembakan. Tutur saksi seperti disampaikan Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi memaparkan hasil investigasnya melalui chanel Youtubenya yang kemudian viral di sosial media.

Hasil investigasi Edy Mulyadi ini ternyata ada yang kepanasan.

Tak berapa lama setelah rilis video hasil investigasi, beredar video di sosial media seseorang yang mengaku sebagai saksi yang diwawancarai Edy Mulyadi, dia mengaku dibayar 150 ribu oleh Edy Mulyadi.

Anehnya, video ini sosok yang mengaku sebagai saksi yang dibayar Edy, wajahnya di-blur tidak kelihatan.

Edy Mulyadi kemudian merespon video tersebut.

Dengan tegas Edy Mulyadi menyampaikan dirinya tidak membayar saksi. Edy menegaskan video pengakuan yang ngaku saksi dibayar itu adalah fitnah keji seperti yang dilakukan cara-cara PKI.

"Video itu betul-betul fitnah yang keji. Saya tidak tau siapa pelakunya. Tapi cara-cara keji, cara-cara memfitnah, memutarbalikan fakta, itu biasa dipakai oleh orang-orang komunis PKI," kata Edy Mulyadi.

"Jadi apa yang saya lakukan di KM 50 adalah sesuatu yang benar, saya bicara dengan saksi, dan tidak serupiah pun saya keluarkan untuk membayar saksi tersebut. Jadi itu sesuatu yang fitnah," tegasnya.

Simak selengkapnya penuturan Edy Mulyadi membantah fitnah...

[Video]