Diterpa Seruan #BoikotJNE, Bisnis JNE Malah Tumbuh 15 Persen

[PORTAL-ISLAM.ID]  Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE Muhammad Feriadi mengatakan bisnis perseroan tetap tumbuh meskipun sempat diterpa seruan #BoikotJNE. "Tidak ada (penurunan) sama sekali," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Rabu, 16 Desember 2020.

Bahkan, pada bulan ini, khususnya pada momen Hari Belanja Online Nasional di 12 Desember 2020 lalu, ia mengatakan volume pengiriman perseroan masih naik 10 sampai 15 persen.

Sebelumnya, JNE menjadi trending topic di Twitter dengan adanya berbagai tagar #JNEKadrun hingga #BoikotJNE. Isu keterkaitan juru bicara PA 212 Haikal Hassan dengan JNE muncul setelah akun Twitter perusahaan @JNE_ID mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-30 dari Haikal pada 4 Desember 2020. Cuitan tersebut kemudian berkembang viral.

VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menyebut volume pengiriman perseroan tumbuh 25 persen pada bulan ini apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Ia mengatakan pertumbuhan 25 persen adalah pertumbuhan rata-rata bisnis perseroan selama 5 tahun berturut-turut.

"Jadi kalau dibilang kolaps bangkrut, tidak sama sekali. Bahkan kami tetap tumbuh. Sekarang ini kan kita mau akhir tahun. Kita juga tidak melakukan PHK karyawan satu pun," ujar Eri.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Feriadi menegaskan perusahaannya netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi, kelompok, atau individu tertentu. JNE juga, kata dia, tidak mau masuk ke dalam isu berbau SARA.

"JNE hanya ingin berbisnis, membantu UKM dan membantu masyarakat untuk mendistribusikan barang," ujar Feriadi.

Dengan demikian, ia mengatakan perseroan bisa membantu yatim piatu, tuna netra, ibu, janda, fakir miskin, dan kaum dhuafa. "JNE dalam berbisnis, perlu dicatat, hanya ingin keberkahan."

Selama masa pandemi ini, Feriadi mengatakan kerap membantu sejumlah pihak untuk mengirim barang terkait Covid-19. Bantuan pengiriman gratis misalnya diberikan kepada Hanny Kristianto itu dari Mualaf Center Ikhlas Foundation. Lembaga tersebut mempunyai kegiatan sosial, yaitu membagikan obat herbal untuk masyarakat yang terkena Covid-19.

"Termasuk di antaranya Andy F Noya melalui Benih Baik kami beri pengiriman gratis untuk barang-barang terkait Covid-19. Itu kami kirim ke seluruh lapisan masyarakat," kata Feriadi.[Tempo]