Naniek S Deyang: Dengan air mata yang membanjiri pipi, Saya berdoa untuk Anies Baswedan diberi kekuatan dari Sang Maha Kuat Allah SWT

Catatan Naniek S Deyang:

Begitu banyak yg ingin saya tulis, tapi negeri ini bukan Amerika atau negara lain yg orang bebas bicara.

Hanya dari lubuk hati yg paling dalam dan air mata yg membanjir di pipi, saya berdoa agar Mas Anies menjadi makin KUAT 💪💪💪, meski di kepung......... ah saya tdk bisa bicara..

Menjadi orang baik di negeri ini perlu doa yg kenceng Mas Anies, harus tahajud setiap hari, shalat sunnah, puasa dll, karena orang baik di negeri ini akan disapu oleh gulungan badai yg hanya kekuatan Allah yg bisa melawan.

Mari penduduk di seluruh negeri berdoa utk Mas Anies Baswedan, Gubernur DKI yg kemarin diperiksa 9,5 jam, hanya karena ada warganya yg mantu /melangsungkan resepsi dan banyak didatangi tamu.

Semoga Allah SWT berikan mukjizat atas negeri ini, dan juga perlindungan pada Mas Anies ...Aamiin YRA.

(Naniek S Deyang)

-----------------------------------------

Diperiksa 9,5 Jam soal Kerumunan Beliau, Anies: Sudah Dijawab Sesuai Fakta...

Polda Metro Jaya memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara hajatan Beliau di Pet4mbur4n, Jakarta Pusat.

Pantauan di Mapolda pada Selasa (17/11/2020), Anies diperiksa sejak pukul 10.00 WIB, kini telah selesai diperiksa. Anies keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.23 WIB.

"Alhamdulillah saya tadi telah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan prosesnya berjalan baik," ujarnya.

"Ada 33 pertanyaan yang disampaikan menjadi sebuah laporan sepanjang 23 halaman, semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi," tambah Anies.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya memanggil 14 orang hari ini untuk dimintai keterangan terkait hajatan Beliau.

Adapun daftar orang yang dipanggil antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin.

Kemudian, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Lurah Petamburan Setiyanto, Kepala KUA Tanah Abang, Bhabinkamtibmas, serta perangkat RT dan RW terkait.

Lurah Petamburan Setiyanto awalnya telah hadir untuk memenuhi panggilan. Namun, setelah dites swab antigen, Setiyanto terkonfirmasi reaktif Covid-19 dan langsung dirujuk ke RS Kramatjati.