Wartawan Senior: JOKOWI MELECEHKAN ILMU PENGETAHUAN

MELECEHKAN ILMU PENGETAHUAN

Beredar kabar bahwa Presiden Jokowi marah kepada para menteri: gagal mengkomunikasikan Omnibus Law.

Secara tersirat, presiden mengatakan bahwa Omnibus pada dasarnya (subtansinya) baik, tapi tidak dikomunikasikan dengan baik sehingga rakyat protes karena tidak paham.

Pernyataan Presiden itu sebenarnya melecehkan sejumlah kajian oleh lembaga-lembaga akademis kredibel yang menyatakan Omnibus memiliki cacat substansial.

Berbagai kajian telah dibuat oleh antara lain Pusat Kajian Anti-Korupsi (PUKAT) UGM, Komnas HAM, Pusat Kajian Fakultas Hukum (PKFH) Universitas Indonesia, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), disamping NGO seperti Jatam dan Walhi.

Semua mereka menolak Omnibus dari aspek prosedur maupun substansi. Penolakan mereka juga didukung oleh pernyataan ratusan dosen dan gurubesar dari 65 universitas.

Ketika Presiden mengatakan rakyat termakan hoaks dan informasi, beliau sedang melecehkan kajian-kajian tersebut. Pada dasarnya melecehkan ilmu pengetahuan.*

By Farid Gaban (Wartawan senior)

*Sumber: fb penulis

Baca juga :