Kebrutalan Prancis Terhadap Muslim Aljazair: BIGEARD'S SHRIMPS

Kebrutalan Prancis Terhadap Muslim Aljazair: BIGEARD'S SHRIMPS

Jepang dikenal kejam terhadap negara jajahannya. Tapi kalau Anda membaca sejarah penjajahan Perancis terhadap Aljazair, anda akan dapati kebrutalan yang tidak bisa Anda bayangkan.

Negerinya Marcon ini punya teknik tersendiri untuk menyiksa dan mengeksekusi kaum muslimin Aljazair yang berjuang memerdekakan negerinya dari penjajahan. 

Walaupun terikat dengan konvensi Geneva yang tidak memperbolehkan menyiksa tawanan, tapi seperti biasa, mereka akan menamai para pejuang ini dengan nama TERORIS untuk melegitimasi penyiksaan atas diri para pejuang ini.

Kalau kemarin kita sudah bahas jutaan ranjau yang mereka pasang untuk menghabisi penduduk Aljazair, maka untuk menghabisi para mujahidin, setelah ditangkap, para Mujahidin ini akan dijadikan sebagai Bigeard's shrimps (udangnya si Bigeard). 

Istilah ini diambil dari nama jenderal Perancis 'Marcel Bigeard'. Dulu para pejuang Aljazair yang ditangkap akan dihukum mati dengan cara dilemparkan dari atas bukit. Tapi ini kurang kejam menurut mereka, karena ternyata keluarga para pejuang ini masih bisa menemukan jenazah dan menguburkannya secara Islami.

Lantas Bigeard pun mengubah cara eksekusinya, agar tidak bisa ditemukan, maka eksekusi para pejuang ini adalah dengan cara dibawa pakai helikopter, kemudian dilemparkan ke laut tengah. 

Cara ini ternyata kurang efektif karena banyak dari pejuang kaum muslimin yang bisa bertahan dan berenang kembali ke daratan masyaAllah.

Kemudian Bigeard dapat saran, bagaimana kalau KAKI PARA MUJAHIDIN INI DISEMEN DULU sehingga tidak bisa dipakai berenang. Semen yang mengeras pun akan menjadi pemberat sehingga mereka akan tetap berada di dalam air dan tersiksa perlahan sampai mereka menjumpai kematiannya.

Ide ini pun disetujui Bigerd. Sekitar 3000 pejuang kemerdekaan Aljazair dieksekusi dengan cara ini. Metode penyiksaan ini pun dikenal dengan nama Bigeard Shrimp, udangnya si Bigeard.
Semoga Allah mengampuni para mujahidin dan memasukkan mereka ke dalam surga serta mengadzab para penjajah kejam ini dengan adzab yang pedih. [Wira Bachrun]