Erdogan: Kami akan hadir di mana ada penindasan

[PORTAL-ISLAM.ID] Turki akan terus berpihak pada yang tertindas dan keberadaan serta perannya di Suriah, Libya dan di tempat lain sejalan dengan pemahaman ini, kata presiden Erdogan saat menghadiri kongkres partai AKP di provinsi  Sirnak, tenggara Turki, pada 18 Oktober 2020.

Pernyataan itu merupakan tanggapan atas kritik pihak-pihak yang mempertanyakan pengaruh Turki di Libya atau Suriah.

“Kami memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah. Bukankah kami harus mengamankan perbatasan kami?” ujar Erdogan, mengingatkan mengenai keberadaan kelompok teroris di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

“Amerika Serikat memiliki 24 pangkalan di Suriah. Bisnis apa yang mungkin mereka miliki di Suriah, 11.000 kilometer jauhnya dari AS? Selain itu, mereka memasok 3.000 truk yang penuh dengan peralatan dan senjata militer,” katanya, mengungkit dukungan berkelanjutan Washington kepada teroris YPG.

Turki menganggap YPG sebagai afiliasi PKK di Suriah dan oleh karena itu juga dianggap sebagai kelompok teroris.

Di Libya, Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang merupakan pemerintah sah diakui oleh PBB, kata Erdogan.

“Kami akan hadir di mana ada penindasan,” tegas Erdogan.

Ia mengecam keberadaan kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner, karena mendukung Jenderal Khalifa Haftar yang mencoba merebut Tripoli dari pasukan GNA.

Turki memberikan bantuan kepada GNA dalam mempertahankan Tripoli melawan pasukan Haftar dan telah membuka jalan bagi terciptanya keseimbangan antara kedua pihak yang bersaing.

Sumber: Hurriyet Daily News/Turkinesia