Amnesti Internasional meminta Raja Saudi untuk membebaskan pejabat Hamas dari penjara Saudi atas Tudingan Terorisme

[PORTAL-ISLAM.ID] Amnesty International sekali lagi meminta Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz untuk membebaskan mantan pejabat Hamas Dr Muhammad Al-Khodari dari penjara.

Dalam serangkaian tweet dalam bahasa Arab (5/10/2020), Amnesty meminta Raja Saudi untuk “segera” membebaskan Al-Khodari yang berusia 81 tahun dan putranya Hani “tanpa batasan atau syarat”, dengan menyatakan bahwa keduanya “telah ditahan lebih dari satu tahun di Arab Saudi.”

Kelompok hak asasi ini menambahkan: “Selama penahanan mereka, Dr Muhammad al-Khodari dan putranya Hani al-Khodari menjadi sasaran pelanggaran berat hak asasi manusia mereka, termasuk penghilangan paksa, penangkapan sewenang-wenang dan penahanan incommunicado (penahanan yang tidak bisa dihubungi oleh pihak lain).”

Hal itu menunjukkan bahwa “kedua pria itu, Al-Khodari dan putranya, tidak memiliki perwakilan hukum sejak penangkapan mereka.”

Amnesty mengatakan bahwa keduanya dijadwalkan untuk dibawa ke Pengadilan Kriminal Khusus, pengadilan kontra-teror Arab Saudi, kemarin, dengan menyatakan bahwa “mereka tidak memiliki perwakilan hukum”.

Amnesty juga mengungkapkan keprihatinan tentang kehidupan Al-Khodari, yang "membutuhkan perhatian medis dan perawatan yang memadai untuk kanker" dan mengatakan bahwa ia berisiko tertular COVID-19 di penjara.

Al-Khodari telah tinggal di Jeddah selama hampir tiga dekade (30 tahun), dan bertanggung jawab untuk mengatur hubungan Hamas dengan kerajaan selama dua dekade (20 tahun).

Amnesty International mengatakan bahwa Al-Khodari hadir di depan pengadilan bersama putranya pada 8 Maret sebagai bagian dari persidangan massal terhadap 68 orang, dan menambahkan bahwa ia menghadapi tuduhan "bergabung dengan entitas teroris" dan "mendirikan lembaga di dalam kerajaan untuk mendanai Hamas."

Dr Muhammad Saleh Al-Khodari yang berusia 81 tahun ditahan pada 4 April 2019 bersama putranya yang berusia 49 tahun Hani dan lebih dari 60 warga Palestina lainnya.

Kelompok hak asasi mengungkapkan bahwa Al-Khodari menderita penyakit serius dan menyatakan bahwa para tahanan telah mengalami perlakuan kasar dan penyiksaan di dalam penjara Saudi.
Yang lebih aneh lagi adalah bahwa Al-Khodari dikenal baik oleh otoritas Saudi, karena dia telah tinggal di sana selama lebih dari 27 tahun, di mana dia menghabiskan 20 tahun sebagai perwakilan resmi Hamas di kerajaan Saudi, dan otoritas Saudi berkomunikasi dengannya. 

Dia juga memegang salah satu posisi paling menonjol di Hamas, menjadi kepala Dewan Syura Umum Hamas - dianggap sebagai badan legislatif gerakan, yang bertugas memilih kepemimpinan eksekutif.

Sumber: