Semua Partai Dukung "Dinasti Politik", Tapi Kenapa Hanya Gelora dan Gerindra Yang Diserang?


Bahasan umumnya Dinasti Politik, tapi yang diserang hanya Gelora dan Gerindra. Bagi saya pemikiran seperti itu yang buat lubang pantat jadi geli.

Jika tafsirannya "Dinasti Politik" sudah terjadi saat pencalonan, coba tunjukkan pada saya apa partai yang gak mendukung Dinasti politik saat ini?

Apakah ada?

Kalau mau bahas dinasti politik, usahakan melepas sentimen pada partai dulu. Jelaskan mengapa terjadi Dinasti Politik dan bagaimana sejarah dukungan masyarakat atas hal ini.

Jika itu sudah dilakukan, baru melihat ke luar. Bagaimana dengan partai-partai politik, apakah mereka mendukung Dinasti Politik atau menolaknya?

Saya kasih contoh 2 partai ini aja, Demokrat dan PKS.

Itu Demokrat, kader dan simpatisannya getol banget bicarakan negatifnya Dinasti Politik. Tapi yang mereka lakukan, malah mendukung Dinasti Politik di Tangsel. Bahkan Ketua mereka sendiri (AHY) adalah hasil dinasti politik dalam melanjutkan kepemimpinan partai.

Minjem istilah politisi demokrat Bang Jansen Sitindaon, saat menertawai Revolusi Mental yang dibanggakan pro jokowi. Saat itu Romahurmuzy tertangkap kasus korupsi, padahal Romahurmuzy pernah membanggakan program revolusi mental jokowi.

Kata Jansen, "Gimana mau merevolusi mental orang lain, kalau jarak satu jengkal darinya saja gak bisa memperbaiki.."

Melihat Demokrat dan keriuhan kader/simpatisannya menolak Dinasti Politik, saya mau pelesetkan perkataan Jensen.

"Gimana mau menolak dinasti politik kalau dalam partai sendiri malah melakukan hal itu?"

#AnyebKan..

Bagaimana dengan PKS?

Di Solo menolak tapi di Tangsel memeluk. Ini teh maksudna kunaon? Bahkan mereka rela menggeser kandidat mereka menjadi Wakil Walikota karena nama anak Ma'ruf Amin yang tinggi elektabilitasnya.

Di Tangsel dukungan PKS pada Dinasti Politik ini luar biasa. Buktinya apa? Seharusnya kader mereka yang ditempatkan pada posisi calon walikota, mengingat jumlah kursi mereka lebih besar dari Demokrat. Tapi karena nama Ma'ruf Amin adalah nilai jual dalam menggaet dukungan, maka mereka menggeser kadernya menjadi wakil.

Mereka mungkin akan beralasan, "itulah PKS selalu bersedia diletakkan dimana saja asal bisa memenuhi harapan umat.."

#NgunyahBatuBata

Jika mau real membahas secara netral, bahas saja Dinasti Politik itu dalam perspektif tanpa judge (penghakiman) parpolnya. Karena faktanya, semua partai mendukung Dinasti Politik. Jika mau memburukkan partai, semua orang punya kemampuan untuk itu. Karena gak ada partai yang sempurna sesuai keinginan.

"Tapi kan cuma Gerindra yang mengajak semua kadernya harus dukung apa yang menjadi pilihan partai di pilkada 2020..itu tandanya Gerindra totalitas dukung dinasti politik.."

Ehhh Pengki..!! lu kata partai Demokrat dan PKS gak lakukan kayak gitu? Ya pastilah mereka arahkan seluruh kadernya mendukung apa pilihan partai, cuma caranya aja berbeda. Gerindra berbicara terbuka, bisa jadi mereka berbicara melalui sebaran WA dengan caption,

"Info Valid, harap diteruskan dan dijalankan dengan sungguh-sungguh.."

Menggunakan tema Dinasti Politik untuk diskreditkan partai lain, adalah cara-cara dungu yang ujungnya akan saling menghantam. Ya kalau situ kader parpol, lha kalau situ cuma simpatisan kelas teri doank? Apa gak kasihan partai yang dijadikan perbandingan. Dijadikan sasaran juga membongkar boroknya.

Kamu bawa idealisme bicara politik, tapi partai politik sebagai pelakunya malah mengkedepankan politik pragmatis dalam bekerja. Gak heran liat partai yang di media saling membenci, tapi di daerah malah mereka berkoalisi. Mesra juga akhirnya.

Lalu kamu menolak hal itu?

Ujung-ujungnya golput yang akan dijadikan pilihan oleh masyarakat yang tergiring karena bingung.

Saran aja, jika merasa cukup berpengaruh dan mempunyai dukungan kuat. Coba buat partai dan dijadikan sebagai kiblat perjuangan baru sesuai tujuan yang selama ini diteriakkan. Selama partai itu belum ada, yang kita lakukan hanya akan begini.

Berbicara dan terus berbicara dan berharap didengar...

(By Aaron Jarvis)

SI PENGKI ... Bahasan umumnya Dinasti Politik, tapi yang diserang hanya Gelora dan Gerindra. Bagi saya pemikiran...
Dikirim oleh Aaron Jarvis pada Senin, 21 September 2020