Semangat Ospek di Kampus Indonesia Beda Banget dengan di Malaysia, Makanya Malaysia Lebih Maju


Semangat Ospek di kampus Indonesia beda banget dengan di Malaysia

Di Indonesia semangat ospeknya berunsur feodalis, senioritas. Momen ospek seakan-akan menjadi kesempatan para mahasiswa senior untuk menindas junior dalam beberapa cara. Membentak-bentak misalnya, atau mempermalukan seperti disuruh pakai baju badut lah, pakai atribut-atribut aneh lah, bahkan sampai ada juga yang melakukan kekerasan fisik.

Semangat feodal seperti itu saking membudayanya, sampe-sampe gak boleh kelewatan ketika ospek dilakukan secara online.

Dulu saat saya kuliah Bachelor di Malaysia gak begitu Ospeknya. Saat ospek, saya pake baju rapih dan professional, gak disuruh pake baju badut-badutan atau atribut-atribut aneh. Gak ada bentak-bentakan. Senior justru menggandeng kita para mahasiswa baru. Kita diperkenalkan dengan kampus. Bagaimana caranya naik bas kampus, caranya pinjam buku di perpus, caranya tap-in di kelas untuk absen, dll.

Di Indonesia, jika susah diubah budaya ospek feodal. Saran saya adalah TIDAK USAH ikutan ospek. Gak ospek kamu masih bisa kuliah kok sampe lulus. Kalo ospeknya online dan dibentak-bentak atau disuruh aneh-aneh, JANGAN mau nurut.  Kalian itu kuliah untuk jadi orang terpelajar. Bukan jadi badut sirkus.

(Hendy Mustiko Aji)
Baca juga :