Selangkah Lagi Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, UMNO dan Barisan Nasional Mendukungnya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan banyak anggota parlemen UMNO dan koalisi Barisan Nasional (BN) di Malaysia yang mendukung Pemimpin Oposisi, Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu muncul menyusul pengumuman mengejutkan dari Anwar Ibrahim bahwa ia memiliki cukup dukungan (kursi parlemen) untuk menggulingkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Zahid yang juga Ketua BN mengatakan dia diberitahu bahwa banyak anggota parlemen yang telah menyatakan dukungan kepada Anwar untuk membentuk pemerintahan baru dan Zahid menghormati pendirian mereka.

"Saya diberi informasi banyak anggota Parlemen UMNO dan BN yang telah menyatakan dukungan. Saya menghormati pendirian anggota-anggota parlemen tersebut," ujarnya dalam sebuah pernyataan, Kamis (24/9/2020).

Sebagaimana diketahui, naiknya Muhyiddin Yassin jadi PM Malaysia karena dukungan dari anggota-anggota parlemen UMNO.

Saat itu, Muhyiddin Yassin menelikung Mahathir Mohammad dan Anwar Ibrahim (teman koalisinya dulu) dan berhasil mendapat dukungan dari UMNO sehingga ada total 113 anggota parlemen yang mendukungnya dari minimal 112 kursi sebagai syarat membentuk pemerintahan Malaysia.

Dengan membelotnya anggota parlemen UMNO ke kubu Anwar Ibrahim, dipastikan kini Muhyiddin Yassin sudah kehilangan dukungan parlemen.

Sehingga tinggal selangkah lagi Anwar Ibrahim akan menjadi Perdana Menteri Malaysia yang baru. Anwar kini tinggal mendapat restu dari Raja Malaysia.

Sebelumnya pada Rabu (23/9/2020), Anwar mengumumkan bahwa dia memiliki "mayoritas yang kuat" di Parlemen untuk menggulingkan pemerintahan Muhyiddin. Namun ia tidak menyebutkan jumlah pasti dukungan dan nama anggota parlemen pendukungnya.

“Kita memiliki mayoritas kuat dan kokoh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, atau enam kursi. Saya berbicara lebih dari itu,” kata Anwar dalam konpersnya. Dia tidak menyebutkan jumlah, tetapi itu mendekati dua pertiga atau 222 anggota parlemen.

Ketika didesak siapa anggota parlemen yang memberikan dukungan kepada Anwar, dia akan mengungkapkan namanya setelah bertemu dengan Raja Malaysia.

“Kita membutuhkan pemerintahan yang stabil dan kuat untuk menjalankan dan menyelamatkan negara,” katanya.

Dia hanya mengatakan, dirinya mendapatkan dukungan anggota parlemen dari berbagai pihak, termasuk Pakatan Nasional (PN), koalisi pendukung PM Muhyiddin.

Apakah Mahathir Mohamad akan bergabung memberikan dukungan? “Belum saat ini, dia mungkin akan memutuskan setelahnya,” jawab Anwar Ibrahim.

Dia menjamin pengumuman ini bukan sebagai langkah untuk membentuk pemerintahan di belakang pintu.

“Pemerintahan ini mendapatkan mandat dan dukungan. Siapa yang akan bergabung akan mendapatkan pemerintahan yang baik, anti-korupsi, penegakan hukum dan inklusif bagi seluruh ras dan agama,” katanya. Dia menjelaskan, hal itu merupakan posisi yang jelas dan tidak bisa dikompromikan. “Para pengkhianat yang meninggalkan PKR tidak masuk dalam daftar,” katanya.

Anwar menjelaskan dirinya dukungan anggota parlemen dari berbagai partai itu setelah banyak pihak mengatakan ketidakpuasan dengan kepemimpinan PM Muhyiddin.

“Mereka menginginkan kepemimpinan yang stabil dan akuntabel untuk menghadapi krisis dan peduli dengan penderitaan semua rakyat yang berjuang melawan pandemi ekonomi,” katanya.

Anwar juga mengungkapkan, dia seharusnya bertemu dengan raja kemarin pada pukul 11.00. Namun, pertemuan itu ditunda karena raja sedang dirawat di rumah sakit. Dia juga mengaku telah berbincang dengan raja Malaysia melalui telepon. Istana Negara mengatakan Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memang sedang beorbat ke Institut Jantung Naisonal.

[Video - Konpers Anwar Ibrahim]