Rencana Pipa Kilang Minyak Saudi-Israel


Globes, Media Israel yang khusus membahas isu ekonomi, pada tanggal 16 September yang lalu melansir berita dengan judul, “Israel to propose Saudi - Israel oil pipeline”.

Globes menyebutkan bahwa beberapa hari sebelumnya beberapa pejabat tinggi Israel berkunjung ke UEA dan membahas rencana pemasangan pipa kilang minyak dari UEA melewati Arab Saudi sampai ke pelabuhan Eilat di Laut Merah, dan dari Eilat menuju ke pelabuhan Ashkelon di Laut Tengah.

Menurut Globes, langkah ini akan menghemat waktu dan biaya untuk mengekspor minyak mentah dari UEA dan Arab Saudi ke Eropa, karena tidak harus melewati selat Hormus yang dikuasai Iran dan juga tidak perlu melewati selat Bab Mandab di Laut Merah yang dipenuhi oleh bajak laut pirates of red sea ataupun Piracy off the coast of Somalia.

Dan yang paling penting adalah “Israel could earn an estimated several hundred million dollars per year by allowing the oil to flow through the pipeline from Eilat to the Mediterranean coast”. (Israel dapat memperoleh sekitar beberapa ratus juta dolar per tahun dengan membiarkan minyak mengalir melalui pipa dari Eilat ke pantai Mediterania.)

Hitungan kasar, kalau proyek ini jebol, yang paling dirugikan pertama adalah Mesir, ratusan juta Dollar pertahun yang harusnya masuk ke kas Mesir, pindah masuk ke kas Israel.

Kedua, Iran, kalau selama ini Iran bisa menggunakan Selat Hormuz sebagai kartu, kini selat Hormuz tidak sepenting dulu lagi. Kalau sebelumnya sekitar 40 persen dari angkutan migas dunia melalui selat Hormuz, kini sebagian besar melalui Israel.

Sebenarnya, sebelumya juga sudah pernah ada Trans-Arabian Pipeline yang dimulai dari Qaisumah di Saudi sampai ke Sidon di Lebanon, dan kemudian menuju ke Laut Tengah untuk kemudian dikirim ke Eropa dan Amerika. Tetapi, operasi pipeline terhenti pada tahun 1967 setelah Israel menguasai Dataran Tinggi Golan dimana pipeline tersebut melalui Golan sebelum memasuki wilayah Lebanon.

(Saief Alemdar)