Presiden Erdogan Serahkan Langsung Trofi Juara Kepada Tim ITS Surabaya, Juara Pertama Teknofest Turki


Berita Yang Luput Dari Perhatian tahun 2019..

Presiden Turki Erdogan Berikan Trofi Juara kepada Tim Teknologi Bayucaraka dari Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS)

Tim Bayucaraka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara pertama kategori fixed wing pada ajang 2019 Tübitak International Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Competition dalam Teknofest 2019 di Istanbul, Turki.

Menariknya, penyerahan trofi juara dunia tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, Minggu sore, 22 September 2019. General Manajer (GM) Tim Bayucaraka ITS, Putu Wisnu Bhaskara Putrawan mengakui, awalnya tim juga tidak menyadari jika pria yang menyerahkan trofi adalah seorang tokoh dunia, yakni Presiden Erdoğan.

"Baru ketika turun dari panggung, kami semua terkejut setelah mengetahui dari siaran langsung di situs Youtube kalau ternyata dia (yang memberikan trofi, red) adalah Erdoğan," ungkap Putu saat dihubungi lewat telepon langsung dari Turki, tadi malam.

Saat penganugerahan trofi, menurut Putu, seluruh tim tidak diperkenankan membawa barang apapun selain handphone (HP) dan diperiksa dengan ketat sebelum naik ke atas panggung untuk menerima trofi juara dunia tersebut.

"Bahkan, banyak sekali penjaga dengan senjata lengkap yang ada di sekitar panggung tersebut," ceritanya menggambarkan situasi saat itu.

Menariknya, kata mahasiswa Departemen Teknik Komputer ini, pria nomor satu di negara Turki tersebut hanya memberikan trofi kepada tim yang mendapat juara pertama saja dalam perhelatan tingkat dunia ini. "Hal ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi tim kami," tutur Putu.

Putu juga menuturkan, lomba tersebut merupakan bagian dari festival teknologi terbesar yang ada di Turki, yakni Teknofest. Semua produk teknologi canggih dipertunjukkan di ajang tersebut. Mulai dari teknologi pesawat terbang, pesawat jet, pesawat tanpa awak (UAV/drone), kendaraan militer, konsep mobil terbang, dan lain sebagainya.


Putu berharap Tim Bayucaraka ITS bisa mengikuti perjuangan ilmuwan dunia dari Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), dalam dunia dirgantara nasional. "Dengan wadah seperti ini, kita bisa berkarya dan membuktikan kepada dunia jika kita juga bisa bersaing," tandasnya.

Sumber: Liputan6