Kunci Ekonomi Turki Tahan Krisis: Hutang Publik Sedikit


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hari-hari Berat Mata Uang Turki, Serangan Valas Terbaru Terhadap Nilai Mata Uang Turki

Nilai Mata Uang Turki saat ini mendapat serangan bertubi-tubi para spekulan hitam di sektor keuangan yang mentargetkan penurunan mata uang Turki atas mata uang negara lain utamanya Dollar AS dan Euro, Nilai Lira anjlok sekitar 15 poin tertinggi dalam dua tahun terakhir. Mereka mentargetkan Turki mengalami Inflasi tinggi (kemahalan harga).

Namun saat ini tidak terjadi apa yang mereka rencanakan. Menurut Forumer Turki harga-harga masih murah kecuali Mobil. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Kuncinya pihak pemerintah dan Swasta tidak begitu mempunyai hutang pembangunan dan impor yang berarti dalam bentuk mata uang asing.

Berikut pemaparan Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak:

Hutang Publik di Turki jauh lebih sedikit daripada di negara lain, Menteri Keuangan Albayrak mengatakan

Hutang rumah tangga di Turki lebih rendah daripada negara berkembang dan maju lainnya, menteri keuangan Berat Albayrak mengatakan pada Senin (17/8/2020).

Ekonomi Turki telah tahan terhadap krisis tahun ini sejauh ini dan akan mendapatkan lebih banyak kekuatan dalam mengatasi situasi global ini, kata Berat Albayrak dalam Twitternya.

Menurut data yang dibagikan Albayrak dalam tweetnya, AS memiliki hutang rumah tangga per kapita terbesar di dunia, yaitu $ 49.579. AS diikuti oleh Inggris dengan sekitar $ 34.749 dan Korea Selatan dengan sekitar $ 29.778.

Angka yang sama berada di $ 25.621 di Jerman, $ 25.497 di Prancis, $ 22.736 di Jepang, $ 17.010 di Spanyol, $ 13.000 di Italia dan $ 5.819 di Cina.

Menurut data, Jepang memiliki hutang publik per kapita terbesar sekitar $ 91.624. Rata-rata di antara negara maju dan berkembang masing-masing adalah $ 41.178 dan $ 2.726.

AS berada di urutan kedua dengan hutang publik per kapita sekitar $ 69.551, diikuti oleh Italia dengan $ 49.690, Prancis dengan $ 46.175 dan Inggris dengan $ 44.755.

Utang publik per kapita di Turki hanya sekitar $ 2.854, menurut data.

Sumber: Daily Sabah