dr. Tifa: Antara ANTI-VAKSIN dan PRO-VAKSIN


[Catatan dr. Tifauzia Tyassuma tentang VAKSIN]

"Dokter Tifa, Pro Vaks atau Anti Vaks?"

Sebentar dulu. Tidak bisa disamaratakan. Digeneralisir.

Anda yang Pro Vaks. Jangan membabibuta membela semua Vaksin yang ada. Harus open mind melihat semua pendapat dan keberatan, dan terutama buat Para Dokter dan Nakes jangan mudah juga percaya kata-kata Medrep. Apalagi kalau itu berbalut kepentingan bisnis.

Banyak Vaksin-vaksin baru yang dijual mahal, dan efektivitasnya tidak jelas. Kegunaannya apalagi. Penyakit yang angka kejadiannya 0,00 sekian dari seluruh populasi manusia, diblow up jadi sepertinya seluruh manusia perlu Vaksin itu. Jumlahnya? Banyak.

Karena sesungguhnya konsep sejati  Vaksin adalah memutus tali endemi dan pandemi dengan merekayasa kekebalan kolektif pada populasi.

Bukan soal prevensi.

Jangan tersinggung dan baper kalau saya bilang begini ya!

Anda yang Anti Vaks. Sama juga jangan selalu over-reaksi dan dihela oleh doktrin  berbalut agama yang ekstrem. Dan percaya dengan segala macam teori konspirasi.

Supaya Anda tahu, kalau di Indonesia banyak Anti Vaks yang beragama Islam.

Di luarnegeri, banyak Anti Vaks yang Kristen atau Yahudi.

Intinya bukan soal agama, tetapi soal doktrin dan keyakinan teori konspirasi.

Jadi lucu saja kalau melihat Kampanye Anti Vaks di seluruh dunia.

Yang di sini pengikut Anti Vaks kebanyakan orang Islam. Yang berjilbab  dan berjenggot.

Yang di sana pengikut Anti Vaks kebanyakan orang Christian atau Jewish. Yang berjilbab dan berjenggot juga.

Kalau seumpama digabungin bakalan pada bingung beneran. Yang mana yang seiman? Seragamnya samaan?

Balik laptop.

Tentang Vaksin.

Lihat sisi urgency dan emergency.

Banyak Vaksin selama sekira 10 tahun  terakhir adalah Vaksin sampah. Dibikin dengan tujuan tidak jelas selain buat barang dagangan pabrik farmasi.

Googling saja sendiri jangan sedikit-sedikit minta link.

Anda sebagai konsumen Vaksin juga harus kritis dan teliti.

Namun,

Banyak Vaksin yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Terutama Vaksin dasar dan Vaksin yang diperlukan untuk mempercepat eradikasi suatu kuman yang berbahaya bagi kelangsungan hidup Umat Manusia.

Dan terbukti sejak ditemukan Vaksin sejak 200 tahun yang lalu, banyak penyakit berbahaya sudah punah.

"Untuk Vaksin Covid ini apa komentar Dok Tifa?"

Masih mengkaji, mengamati, dan meneliti dengan seksama.

Belum ada satupun Vaksin yang jadi.

Jadi let's see. Sabar.

Khusyu menekuni kemana arah mata angin.

InsyaAllah nanti pelan-pelan saya berikan pemahaman. Atas dasar IMAN dan ILMU.

25/8/2020

(dr. Tifauzia Tyassuma)