Cegah Radikalisme, BNPT: Yang Anaknya di Pondok Ditanya, Diajari Apa


[PORTAL-ISLAM.ID]  Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. Hamli meminta para orang tua untuk mengawasi anaknya yang belajar di sekolah. Menurutnya, hal ini untuk mencegah radikalisme.

“Yang punya putra-puteri mohon dilihat. Baik yang sekolah SMP, SMA maupun pondok pesantren ditanya, diajari apa. Baik di luar negeri atau dalam negeri, jangan sampai keluar negeri dibiarkan saja, pulang tiba-tiba berubah itu anak,” katanya dalam diskusi virtual, Selasa (12/08/2020).

“Wali murid kalau kumpul ditanya, kumpul apa. Khawatirnya wali murid yang mendatangi sebuah sekolah, tempat pendidikan ketika berkumpul dikasih pemahaman radikal,” sambungnya.

Hamli mengklaim bahwa penyebaran radikalisme tidak hanya di pendidikan. Tapi juga melalui rumah tangga dan masjid-masjid perumahan.

“Kalau bapak memiliki istri ditengok. Kalau siang itu yang tidak bekerja ditanya lagi ngapa. Ada kumpul, ditanya kumpul apa. Mereka (radikalis -red) biasanya kumpul dijadikan media untuk menyebarkan pemahaman,” jelasnya.

Untuk mencegah radikalisme di Kementrian dan Lembaga, pemerintah sudah membuat SKB 11 Menteri. BNPT juga sudah melakukan sosialisasi di perusahaan BUMN.

Selain itu, ia menyebut radikalisme tak berkaitan dengan agama tertentu. Karena di Indonesia mayoritas Islam, kata dia, yang radikal kebanyakan dari Islam.

Sumber: Kiblat

loading...