Buat Para Pengecut Sekaligus Pecundang


Buat Para Pengecut Sekaligus Pecundang

Begini buat para pecundang sekaligus pengecut, kalau mau lawan Anies persiapkan calon kalian,  lalu jangan batalkan Pilkada DKI 2022. Kita tarung lagi cari jagoan kalian yang paling hebat. Kita beradu dikontestasi (dilapangan) yang sesungguhnya.

Jangan bermental pecundang, mengukur kinerja dengan survey abal-abal, padahal data-datanya semua terbuka tinggal diperbandingkan siapa yang bekerja serius dan transparan siapa yang bejerja sambil mengurangi testing agar jumlah pasien Covied terlihat sedikit. Tak perlu berusaha membangun opini dengan tipu-tipu angka lalu berlagak sok hasil kajian ilmiah padahal cuma menipu dengan cara dungu, karena skenario seperti itu mudah dibaca dan dipatahkan.

Tak perlu bikin cerita fitnah proyek yang tak ada hubungannya dengan pemrov DKI, sambil jual tampang dengan umur 47 tahun,  udah tua pun masih dungu.

Buat si BuzzerRp otak dikit (Personal) gembel pula, sesekali, buat kritik yang argumentatif, dengan data valid bukan ikutan nyebarin fitnah yang berkali-kali blunder. Sebelumnya bikin hoax pasien rumah sakit di Pulomas kali ini ikut nyebarin hoax si artis dungu. Sebagai Alumni HMI elu udah gembel banget apa, sampai berkelakuan memalukan seperti itu.

Kalau kalian petarung jadikan 2022 sebagai ajang pilkada DKI, lawankan Anies dengan jagonya  kalian. Tampilkan secara dewasa. Bertarung sebagai mana layaknya para petarung dilapangan terbuka secara resmi (Pilkada DKI). Jangan cuma buat hoax yang isinya selalu mudah terbantahkan dan memalukan.

Satu centipun kami tak akan pernah mundur menghadapi kalian, jangan jadi pecundang melulu yang selalu menetek dan terlindungi aparat. Bertanding saja dengan kemampuan. Kalah ya kalah menang ya menang jangan cengeng.

Tapi kalau elu gembel mana punya nyali bertarung secara terbuka. Paling-paling mendorong PLT, agar tak berhadapan lagi di Pilkada DKI 2022  sambil membuat alasan-alasan dungu.

Pecundang lu pada.

(By Geisz Chalifah)