Untuk Dapat Proyek Pemda DKI Harus Hapus Foto dengan Jokowi? TGUPP: Itu Fitnah Jahat Banget


[PORTAL-ISLAM.ID]  Akun instagram seorang artis bernama Ike Muti (@ikemuti16) telah menghebohkan publik terkait proyek Pemda DKI.

Dikutip dari wikipedia, Ike Muti bernama asli Indah Kartika Mutiarawati Pranggono, telah membintangi puluhan judul film baik sinetron, FTV, maupun layar lebar serta berbagai iklan.

Postingan di akun Instagramnya pada Kamis (30/7/2020) menyebut-nyebut proyek Pemda DKI dan soal menghapus foto dengan Jokowi.

Berikut selengkapnya tangkapan layar IG @ikemuti16:


Apakah benar apa yang disampaikan @ikemuti16?

Menurut Tatak Ujiyati, salah satu anggota TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) Pemprov DKI Jakarta, apa yang disampaikan @ikemuti16 adalah FITNAH yang JAHAT BANGET.

Berikut selemgkapnya tanggapan dari Tatak Ujiyati yang disampaikan di akun fbnya:

Pagi Idhul Adha begini ada yang bikin FITNAH JAHAT

Seorang bernama @IkeMutiP posting di IG, katanya syarat ikut proyek di DKI harus hapus fotonya dengan Pak Jokowi. Fitnah ini JAHAT BANGET.

Sepanjang saya tahu dan bekerja di Pemprov DKI membantu Mas Anies 2,5 tahun ini tak pernah saya dengar syarat tender sekonyol itu. Aturan tender jelas. Syarat-syarat tender pasti formal dan obyektif. Tak mungkin ada syarat subyektif politis seperti harus ikut partai A, harus segaris dengan kelompok B. Apalagi kok ada syarat harus hapus foto Pak Jokowi. Pasti FITNAH.

Sudah begitu, birokrat di DKI Jakarta itu secara politik harus netral. Faktanya di Pilkada lalu kan  beragam juga, ada yang memilih Mas Anies tapi ada juga yang tidak. Di Pilpres juga demikian. Ada pemilih Pak Jokowi, ada juga yang tidak. Pandangan politik mereka bebas dan bekerja secara netral. Dan itu boleh.

Makanya nggak mungkin ada syarat aneh-aneh yang sangat politis seperti keharusan menghapus foto dengan Pak Jokowi itu. FITNAH JAHAT yang absurd sekali. Tak masuk akal. Sayangnya kok ya ada yang percaya.

Kalau ingin buktikan sendiri coba deh tanyakan lebih detail ke dia. Proyek apa yang diikuti dan dari instansi mana? Siapa yang menyuruhnya hapus foto, namanya siapa, mana kontaknya? Coba perlihatkan bukti syarat suruh menghapus foto itu?

Kalau ia bisa jawab dan tunjukkan bukti, kita acungi jempol. Nanti kita bisa lanjut investigasi, untuk verifikasi kebenarannya.

Untungnya ada yang klarifikasi. "Web series yang ditawarkan ke loe benar-benar gak ada hubungannya sama Pemda DKI. Ini jadi fitnah. Tolong Mbak", begitu kata akun IG @marantika_agency. Yang mungkin saja adalah pihak yang memberi proyek itu.

Fitnah begini, memang receh. Kita bisa saja abaikan karena dianggap nggak penting. Tapi menurutku kok tetap harus  diklarifikasi dan luruskan agar tak menimbulkan lebih banyak kerusakan. Setuju?

(Tatak Ujiyati)

***

Jika memang itu fitnah, maka seharusnya Pemprov DKI memproses hukum agar terang benderang dan publik tidak termakan oleh fitnah.

"PERCUMA KLO FITNAH TDK DILAPORKAN KE POLISI. Sy sdh baca2 ke IG ybs dan komen2nya. Semua komen termakan sama fitnah tsb. Mrk menyalahkan Anies. Klo hal ini didiamkan saja tanpa proses hukum ke polisi, maka pernyataan tsb AKAN DIANGGAP KEBENARAN (bukan fitnah). Perkara nanti laporannya tdk diproses polisi, itu bukan masalah. Tapi dg adanya laporan berarti sdh ada pernyataan resmi dari pemrov DKI," komen netizen di postingan fb Tatak Ujiyati.
Pagi Idhul Adha begini ada yang bikin FITNAH JAHAT Seorang bernama @IkeMutiP posting di IG, katanya syarat ikut proyek...
Dikirim oleh Tatak Ujiyati pada Kamis, 30 Juli 2020