Sinyal Kuat 2024? Jokowi Tugaskan Prabowo Garap Program Lumbung Pangan Nasional di Kalteng


[PORTAL-ISLAM.ID] Opini yang selama ini berkembang bahwa Prabowo bersedia masuk kabinet Jokowi untuk menjadi pijakan kuat menuju 2024, sepertinya ada benarnya.

Apa maksud pijakan kuat? Pertama, dengan masuknya Prabowo bergabung dengan Jokowi maka tuduhan dan fitnah yang selama ini diterima Prabowo (dari pilpres 2014 sampai pilpres 2019) otomatis hilang. Kedua, Prabowo yang menjabat sebagai Menhan ternyata bisa membuktikan kerja dan kinerjanya. Prabowo menjadi menteri terbaik dalam jajaran kabinet Jokowi. Ini modal dan pijakan kuat bagi Prabowo untuk sukses di 2024, kalau maju lagi, dan sepertinya sinyal kuat bakal maju lagi.

Kabar terbaru di bawah ini semakin memperkokoh pijakan Prabowo, dimana Presiden Jokowi memberi kepercayaan untuk menangani lumbang pangan nasional di saat krisis akibat wabah corona. Kalau Prabowo sukses dengan program ini, ini akan seperti kisah Nabi Yusuf yang sukses membawa Mesir berhasil keluar dari krisis pangan.

Jokowi Tugaskan Prabowo Garap Program Lumbung Pangan Nasional di Kalteng

Presiden Jokowi memberi tanggung jawab kepada Menhan Prabowo Subianto yang tampaknya tak berhubungan dengan sektor pertahanan. Jokowi memberi tugas kepada mantan kompetitornya di Pilpres 2019 itu untuk menangani sektor pangan.

Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Kemenhan bakal diberi tanggung jawab untuk menangani program food estate atau lumbung pangan nasional di dua kabupaten di Kalimantan Tengah.

"Kemenhan diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate," ujar Dahnil dalam peluncuran buku Laksdya TNI Agus Setiadji secara virtual, Selasa (7/7/2020).

Bila tak ada aral melintang, menurut Dahnil, Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo akan bertolak ke Kalimantan Tengah pada Kamis (9/7/2020) untuk meresmikan lokasi yang bakal dijadikan lumbung pangan nasional tersebut.

Dengan adanya keterlibatan Kemenhan ini, maka TNI akan terjun langsung di program food estate yang bakal menjadi cadangan logistik Indonesia ini.

"Insyaallah hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate. Food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI," ucap Dahnil.

Dahnil kemudian menjelaskan pentingnya program food estate ini untuk keberlangsungan pangan Indonesia. Merujuk survei The Economist pada 2017 lalu, negara Asia tak lagi menjadi negara-negara yang memiliki ketahanan pangan yang baik.

Industrialisasi yang marak di kawasan Asia, menurut Dahnil, jadi alasan mulai ditinggalkannya pengembangan di sektor pertanian oleh masyarakat.

"Sedangkan Asia-Afrika yang memang sejak awal itu mendorong pertumbuhan kemudian industrialisasi justru meninggalkan sektor pertanian. Sedangkan Eropa dan Amerika sekarang sudah mulai deindustrialisasi malah mereka mulai masuk ke ekonomi hijau dan sebagainya," sambungnya.

Agar mimpi buruk itu tak terjadi, kata Dahnil, perlahan pemerintah mulai menggalakkan berbagai program. Salah satunya menyulap sebuah daerah menjadi lumbung padi nasional.

Bukan hanya itu, kesadaran akan pentingnya peran sektor pertanian semakin menguat saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

"Maka negara dalam hal ini Presiden dan Pak Menhan merevitalisasi logistik kita, pangan kita dengan melalui food estate itu. Kesadaran itu kemudian tumbuh di era COVID ini secara baik," kata Dahnil.

Presiden Jokowi sebelumnya telah menetapkan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai kawasan food estate atau lumbung pangan nasional. Dua kabupaten di Provinsi Kalteng yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, ditunjuk sebagai lokasi proyek ini.

Agar keinginan besarnya ini tercapai, Jokowi pun memerintahkan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menjalankan proyek ini secara bersama-sama. Rencana Jokowi ini diungkapkan sebelumnya oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Menteri yang ditunjuk Jokowi itu di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

(Sumber: kumparan)