QURBAN Meningkatkan Ekonomi Rakyat


QURBAN untuk EKONOMI RAKYAT

Kata pak Mulyana Ahmad, gajah itu ga pernah dipotong untuk qurban, tapi populasinya tinggal sedikit.

Dinousaurus, juga ga pernah di-qurban-kan, punah.

Sapi, domba, kambing dan unta, tiap tahun di qurbankan. Banyak. Jutaan. Populasinya tetap banyak.

Allah yang atur hukum alam populasinya.

Hewan qurban ini lokal dalam negeri. Kambing dan domba pasti ga ada yang import. Kalo sapi, mungkin ada yang bakalannya import...ya semoga sedikit saja yang import. Atau malah ga ada...semoga.

Setiap ternak yang dibeli akan membangkitkan ekonomi rakyat. Pertenakan adalah industri padat tenaga kerja. Tiap ekor terjual maka ada tenaga kerja berkarya. Ada uang terdistribusi. Untuk peternak. Anak kandang. Bakul pakan. Untuk blantik. Untuk pedagang. Untuk pengrajin arang dan tusuk sate. Pekerja pabrik kecap dan bumbu. Driver angkutan ternak. Dan banyak lagi.

Berbeda dengan belanja kuota internet.

Berbeda dengan belanja video tutorial pelatihan pra kerja.

Kedua belanja tersebut, orang belanja 1 juta kali, produksinya hanya 1 kali.

Sangat jauh berbeda dampaknya pada ekonomi rakyat.

Semoga saja, program pelatihan guru POP itu ga jadi. Kalo jadi, jangan-jangan sebagian dilaksanakan online. Lagi lagi, belanja kuota dan video lagi. Mending tunda, laksanakan setelah wabah corona selesai. Alihkan dananya untuk lainnya.

Semoga arahan presiden agar serapan anggaran dipercepat dilaksanakan para menteri dan kepala daerah dengan mengutamakan belanja pada produk padat tenaga kerja.

Semoga dana desa bisa dipakai bikin titik-titik wifi gratis untuk anak-anak belajar.

Selamat Hari Raya Idul Adha. Hari kebangkitan ekonomi rakyat.  Setidaknya bangkit sehari. Dan hari perbaikan gizi.

(By Rahman Faturrahman)

Baca juga :