Pidato Erdogan: Kita Semua Bergembira atas Kembalinya Hagia Sophia Menjadi Masjid


PIDATO PRESIDEN ERDOGAN ATAS KEMBALINYA HAGIA SHOPIA MENJADI MASJID 

(Pidato ini diposting di akun twitter Presiden Erdogan, 15 Juli 2020. Video dibawah. Berikut terjemahannya)

Kita semua bergembira atas kembalinya Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.

Ini menandai Hagia Sophia akan mulai beroperasi sesuai statusnya sebagai masjid yang merupakan hasil wakaf.

Dalam kesempatan ini kembali saya tegaskan bahwa Hagia Sophia dikembalikan menjadi masjid dari yang sebelumnya museum, bukan gereja.

Sultan Muhammad Alfatih dan sultan-sultan setelahnya menerima Hagia Sophia pada tahun 1453 dalam keadaan rusak dan kemudian menjadikannya sebagai masjid. Hagia Sophia telah direnovasi dan diperluas dalam kurun waktu yang panjang. Hagia Sophia dulu diterima dalam bentuk yang rusak kemudian direnovasi secara menyeluruh, mulai dari ruangan, menara, perpustakaan, air mancur, termasuk bangunan dan kamar mandi.

Jadi, tidak mungkin menafikan kondisi ini dalam kurun waktu 5 abad lamanya.

Tidak mungkin bagi siapapun yang hidup di atas bumi ini memiliki rasa tidak sudi atas penaklukan Istanbul (Konstantinopel), bukan hanya karena mereka menganggap diri mereka sebagai bangsa Turkey atau muslim.

Sesungguhnya langkah yang mengikuti setelah penaklukan Istanbul adalah peristiwa yang terjadi di Sögüt, Manzikert dan Iznik.

Jika kita melihat permasalahan ini dari sisi sejarah maka kita akan melihat ketika penaklukan terjadi Sultan Muhamamd Alfatih langsung merenovasi Hagia Sophia. Sebaliknya, tentara salib yang memerangi Konstantinopel sekitar 250 tahun sebelumnya membiarkan Hagia Sophia terlantar.

Dan perusakan dan penelantaran ini masih saja dibanggakan oleh beberapa kota Eropa di antaranya Vatikan. Jadi, masalahnya (bagi mereka) bukan pada Hagia Sophia-nya tapi pada pihak yang berkuasa atas Hagia Sophia dan kota Konstantinopel (Istanbul).

Kita tidak sedang menghilangkan eksistensi kita pada wilayah ini setelah seribu tahun lamanya, atau penguasaan kita atas Istanbul setelah kurang lebih 600 tahun lamanya. Itu sebabnya kita mengambil keputusan secara mandiri terkait rakyat, kebebasan dan hak kita termasuk dalam issue Hagia Sophia.

Kita telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum (1934) dan itu keputusan yang salah, sekarang kita mengubahnya menjadi masjid.

Kita sekarang merasa lega dan bahagia telah menunaikan tanggung jawab kita di hadapan jutaan arwah leluhur kita yang dikubur di bawah tanah, juga terhadap 83 juta rakyat kita yang hidup di atas tanah ini.

Sesungguhnya hari ini adalah hari kebahagiaan dan kegembiraan tiada tara atas kembalinya tempat ibadah yang agung ini ke bentuk asalnya tanpa kita harus bilang “tapi”, “karena” atau “disebabkan”. Tidak layak bagi seorangpun khawatir.

Ketika kita mengembalikan Hagia Sophia sesuai status wakaf (dari Alfatih) maka kita akan tetap menjaga statusnya sebagai warisan tsaqofah sebagaimana yang dilakukan oleh leluhur.

Saat ini Turkey dalam kondisi terbaik dari semua negara-negara di dunia terkait kebebasan menjalankan ibadah terlepas apapun agamanya.

[Video - Pidato Erdogan]