Keangkuhan Barat saat Aya Sofya jadi Museum, Kini Izzah Umat Islam Telah Kembali


Foto tahun 1934-1940. Pada saat Aya Sofya (Hagia Sophia) diputuskan menjadi museum pada tahun 1934, Amerika Serikat yang diwakili oleh Thomas Whittemore (berseragam AL) dan Inggris Lord Kinross (berjas memegang topi) memasuki Aya Sofya dengan sombong. Menengadahkan dagu dan bertolak pinggang.

Kini, Erdogan telah mengembalikan Aya Sofya sebagai tempat menundukkan kepala sejajar dengan tanah. Sujud.

Tak ada lagi yang bisa bertolak pinggang penuh kesombongan di dalam Aya Sofya.

Izzah Umat Islam itu telah kembali.

Dan, saatnya kita yang mungkin tak menengadahkan dagu di hadapan mereka. Kita hanya perlu menunjukkan eksistensi dan kekuatan kita. Raksasa yang tidur panjang ini telah mulai bangun dan menggeliat. Pada saatnya nanti, raksasa ini akan bangkit dan berdiri. Seraya berkata: "Aya Sofya dan seluruh tempat sujud di berbagai belahan dunia itu adalah milik kami bersama!".

Hari ini Aya Sofya, esok hari Masjidil Aqsha di Palestina, masjid-masjid di provinsi Xinjiang China, masjid Codova dan masjid-masjid di seluruh dunia. Insya Allah.

(Azzam Mujahid Izzulhaq)