KALUNG LEBAY ANTI-CORONA


KALUNG LEBAY

Kementerian Pertanian RI semangat sekali saat merilis kalung anti virus corona ini. Coba lihat fotonya, jelas-jelas sekali mereka nulis: 'Anti Virus Corona'. Sekarang, saat orang lain bicara, meragukan klaim tersebut, baru mereka menganulir, bilang tidak begitu maksudnya.

Kalian menyadari tidak sih, beginilah pola pemerintah itu sekarang.

1. Lebay dalam mengklaim sesuatu

Nanti ada yg marah kalau dibilang 'pemerintah memproduksi hoax'. Jadi mari kita lembutkan istilahnya. Lebay dalam mengklaim sesuatu. Pemerintah sepertinya semangat betul kalau soal klaim mengklaim ini. Bahwa sekian juta penduduk Indonesia dapat ini, itu. Sekian juta dibangunkan ini itu, sekian juta. Wah, kalau soal lebay mengklaim begini, ahli mereka. Banyak contohnya. Dan jika kalian masih mengotot, lihat nih, terpampang di depan kalian, mereka mengklaim kalung ini anti virus. Lebay banget klaimnya.

Coba kalau semua orang percaya klaim ini? Lantas pakai kalung ini, lupakan masker, lupakan social distancing, dll. Gimana coba? Mau nyalahin siapa? Teteeep, rakyatnya yang goblok. Pejabat yg bangga sekali dgn kalung ini anti virus corona tetap tidak salah.

2. Lebay dalam mengerjakan yg bukan urusannya

Seriusan ini, sy mau bertanya, sejak kapan Kementerian Pertanian itu ikut2 ngurusin virus corona? Di tengah situasi ancaman masalah pangan, harga pangan naik, dsbgnya, apa mendesaknya Kementerian Pertanian ngurusin beginian? Bukankah ada kementerian lain, lembaga lain yg lebih afdol melakukannya?

Mbok ya riset itu, tentang padi yg bisa panen 6x setahun. Apel yang bisa segede durian. Varietas bawang yg tahan hama. Ini kok malah sibuk ngurusin virus corona? Besok2 urusan jomblo juga diurusin oleh Kementerian ini.

Kalian menyadarinya atau tidak, ini juga terjadi di urusan pemerintahan lainnya. Lihatlah, ada yg bisa mengurusi semuanya. Ada yg sibuk mengurusi sesuatu yg baik2 saja. Dia acak2, dia rusak. Ada yang malah entah apa job desc-nya.

Lantas dengan semua keributan begini, apa yg terjadi? Lupakan. Mereka besok2 sudah sibuk dengan lebay2 yg lain. Duuh, itu pejabat nggak kena sanksi gitu? Sudah menyesatkan, dll, dll. Enak banget cuma dilupakan. Di luar negeri sana, telat rapat 3 menit saja, pejabatnya malu, minta maaf, didesak mundur.

Di sini sebaliknya. Aman saja. Karena teman2nya, kongsi2nya, juga netizen alay akan siap membelanya. Untuk kemudian melotot ke yg mengkritik, 'elu memangnya bisa apa kalau jadi pejabat? kenapa nggak elu yang gantiin.'

Banyak. Coba elu suruh mundur dulu semua pejabat2 ini, termasuk yg tdk becus nangkap Harun Masiku, dijamin, banyak yg siap menggantikan dan boleh jadi lebih baik. Tapi kalau pejabat2 ini nggak mau mundur duluan, malah menantu, anak, ipar, keluarganya berlomba2 disuruh ikutan jadi pejabat, itu sih cuma bullshit. Belum lagi partai terus mengangkangi semua proses pemilihan pejabat di negeri ini. Sejak dari awal, kita sulit sekali untuk melahirkan alternatif pemimpin.

Cobalah partai2 politik ini, pejabat2, netizen2 alay pendukungnya bikin kalung: 'Anti Korupsi'. Mungkin itu lebih sesuai dengan jobs desc kalian.

(By Tere Liye)

*Sumber: fb