Innalillahi, Korban Banjir Luwu Utara 32 Orang Meninggal


[PORTAL-ISLAM.ID] Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Senin (13/7/2020), kembali bertambah menjadi 32 orang.

“Jumlah korban jiwa sementara ini bertambah menjadi 32 orang. Untuk status data korban hingga Kamis (16/7) pukul 18.00 wita, jumlah korban sebanyak 1.590 orang, dengan rincian selamat 1.542 orang, meninggal dunia 32 orang, dan masih pencarian 16 orang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Mustari seperti dilansir dari Antara.

Banjir bandang terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Bencana ini terjadi pada terjadi Senin malam, 13 Juli 2020, di suasana pandemi Covid-19.

1. Akibat sungai meluap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menyebut banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dua hari sebelum bencana. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang.

Melihat potensi ancaman banjir bandang, Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Sebanyak 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.

Adapun enam kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

2. Kayu ilegal masuk pemukiman warga

Dari keterangan Kementerian Sosial, hujan dengan intensitas tinggi ini kemudian menyebabkan Sungai Rongkong, Sungai Meli dan Sungai Masamba meluap. Walhasil, terjadilah banjir tanah longsor di beberapa desa dalam wilayah kabupaten itu.

Banjir ini membuat pemukiman penduduk, lahan pertanian dan fasilitas umum serta fasilitas sosial terendam banjir disertai lumpur. Tidak hanya lumpur yang merendam rumah warga dan pusat perekonomian kota, batang pohon dan kayu juga ikut serta.

BPBD Luwu Utara menduga kayu ini dari pembalakan hutan secara ilegal. Kayu masuk ke pemukiman warga hingga menutup permukaan air di sungai setempat.

3. Sebelumnya Luwu Timur

Jika tahun ini banjir di Luwu Utara, maka pada akhir April 2019 banjir terjadi di Kabupaten Luwu Timur. Kedua kabupaten ini bersebelahan.

Banjir saat itu terjadi di Desa Manggala dan Desa Kasintuwu di Kecematan Mangkutana. Lalu Desa Sumber Agung di Kecamatan Kalaena. Terakhir, Desa Kalambua dan Desa Kalena di Kecamatan Wotu. Saat itu, sebanyak 763 orang warga pun terdampak banjir.

[Video - Dahsyatnya Banjir Luwu Utara]