COVID-19, GUS DUR BENAR


COVID-19, GUS DUR BENAR

Ada 8 Menkes,1 Wakil Perdana Menteri dan 1 Wakil Presiden, dipecat dan mengundurkan diri, selama pandemi covid-19. Siapa saja mereka, darimana mereka dan alasannya apa, semoga berkenan simak penjabaran berikut. Dan menemukan kebenaran humor Gus Dur di atas.

1. Belanda

- Menteri Kesehatan Belanda, Bruno Bruins, mengundurkan diri pada 19 maret 2020

- Bruins kalah debat saat penjabaran program penanganan covid19. Sesaat setelah rapat pemerintah dengan parlemen tersebut, ia jatuh pingsan dan cuti untuk pemulihan kesehatan.

Dan sejak itu ia tidak tergabung lagi dipemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte, karena belum lama menikmati masa cuti, ia mengajukan surat pengunduran diri. Surat ia ajukan ke Raja Willem Alexander. Pengunduran dirinya mengejutkan semua pihak, karena sesungguhnya ia masih dipercaya.

- Jumlah kasus saat ia mengundurkan diri adalah 2400an kasus, dan 6 orang wafat.

2. Rumania

- Menteri Kesehatan Rumania, Victor Custache, dipecat pada 26 Maret 2020, dan harus meminta maaf kepada publik Rumania

- Ia dinilai tergesa-gesa mengajukan program tes massal covid19 kepada rakyat Bucharest, karena program tes massal itu tidak disertai alat tes dan logistik yang memadai. Ia digantikan Wamenkes.

- Jumlah kasus saat ia mengundurkan diri ada 1029 kasus dan 23 wafat.

3. New Zealand

- Menteri Kesehatan New Zealand, David Clark, dipecat pada  7 April 2020.

- Seperti kita ketahui bersama NZ termasuk paling awal memberlakukan Lockdown bagi negaranya. Nah, saat LD ini Menkes Clark justru keluar rumah dan berkendaraan sejauh 20km, demi bisa berjemur di pantai. Tak hanya itu, ia juga keciduk bersepeda sejauh 2km dari rumahnya. Ia yang membuat kebijakan LD, tapi ia yang melanggar.

- Jumlah kasus saat ia mengundurkan diri 1160, jumlah kasus berkurang dari 89/hari menjadi 50/hari dan sudah tidak ada yang wafat. Programnya berhasil, mannernya tidak.

- NZ sempat menyatakan bebas pandemic dan mengangkat status LD pada 8 Juni 2020, saat pasien terakhir mereka sembuh. Setelah 3 pekan tidak ada kasus baru, 17 Juni 2020, warga Auckland yang pelesiran ke Wellington, sekembalinya ke Auckland dinyatakan positif. Hari ini ada 20an kasus baru.

4. Ecuador

- Menkes Catalina Andramunu, mengundurkan diri pada 21 Maret 2020.

- Ia mundur beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan jumlah kasus infected covid19 berjumlah 532 dan 7 wafat. Ia merasa gagal,  tidak mampu menangani pandemi. Ia menunjuk seorang dokter yang bekerja dibeberapa universitas, untuk menggantikannya

- Belum dua pekan Catalina resign, Menteri Buruh Andres Modero juga resign. Alasannya sama, tidak mampu menjalankan tugas, masa LD menyebabkan banyak buruh jadi korban phk.

- Pada 7 Juli 2020, Wakil Presiden mundur dan keesokan harinya Menlu dan Sekjen Komunikasi Presiden juga mundur. Ketiganya mundur, karena skandal korupsi sang Presiden selama masa pandemi

5. Kingirstan

- Menkes Kingirstan, Kosmosbek Cholponbaev,  dipecat pada 1 April 2020

- Ia dipecat karena mendapat kritikan hebat dan keras dari masyarakat, setelah sebelumnya pernah menyatakan virus tidak akan masuk Kingirstan.

- Jumlah kasus saat ia dipecat ada 200an , 39 diantaranya adalah dokter dan jumlah yang wafat ada 5.

6. Brazil

- Menkes Brazil, Luiz Mandetta, mengundurkan diri pada 16 April 2020. Ia mengundurkan diri karena tidak sepaham dengan Presiden Jair Bolsonaro, yang ingin terus menggunakan hidroklorokuin dan enggan memberlakukan LD.

- Luz Mandetta digantikan Nelson Teich, yang juga mundur pad 17 Mei 2020. Ia mundur karena Presiden bersikeras penggunaan masal hidroklorokuin dan ingin membuka perekonomian, disaat Brazil masih menjadi epicentrum penularan covid19

- pada 7 Juni 2020, Presiden Bolsonaro dinyatakan positif dan masih dalam perawatan.

7. Chili

- Menkes Chili, Jaime Manalich, mundur pada 14 Juni 2020.

- Program LD partial yang dijalankannya gagal, karena ia mengandalkan kartu kekebalan untuk warganya yang sudah sembuh. Karenanya mereka yang sudah mengantongi kartu tersebut, merasa bebas kemana saja, dan akhirnya terjangkit kembali dan menularkan ke yang lain

- Jumlah kasus saat ia dipecat ada 150ribu kasus dan hampir 200 orang wafat.

8. Indonesia

- Menkes Terawan, di akhir  Februari juga merasa seyakin Menkes Cholponbaev, bahwa covid tidak akan masuk ke Indonesia, meskipun masuk, masyarakat kita pasti kebal.

Makanya saat 2 Maret 2020 dua kasus pertama ditemukan di Depok dan terjadi panic buying dipekan berikutnya  terutama untuk masker, beliau santai menyarankan yang sehat jangan beli masker, pas sakit baru beli. Menkes Terawan tidak dipecat

- Saat kebijakan permenkes bersebrangan dengan sesama tim dipemerintahan yakni permenhub, sebagai mana Menkes Luz Mandetta dan menkes Nelson Teich yang bersebrangan dengan presidennya. Menkes Terawan juga mundur , tapi bukan mundur dari jabatannya seperti Luz dan Nelson, ia justru mundur dari kebijakan yang ia buat sendiri.

7 April 2020 dia dan tim mengeluarkan permenkes tentang PSBB, dimana akomoda transportasi umum dibatasi, termasuk ojol dilarang angkut orang, karena LBP yang saat itu plt Menhub dan membolehkan ojol angkut penumpang dan akomoda umum lain tetap jalan, permenkes diralat Kemenkes, bahwa pasal-pasalnya bisa ditoleransi sesuai kebijakan pemda setempat.

Menkes Terawan makin sedikit bicara tapi belum mengundurkan diri.

- Saat Menkes David Clark dipecat karena keluar rumah dan wilayah, semasa pemberlakuan LD, Menkes kita yang membuat kebijakan PSBB mengizinkan sejawatnya mengadakan konser penggalangan dana dan menghimpun massa, membiarkan crowd pada pemakaman artis dan penutupan sebuah gerai makanan, teorinya dilarang keluar rumah, tapi prakteknya keluar rumah lalu berkerumun nggak apa-apa, untuk golongan tertentu.

Menkes Terawan tetap menjabat, meski dicibir rakyat ia tidak dipecat.

- Saat Menkes David Clark dipecat karena mannernya buruk. Menkes Terawan, beberapa kali bersikap dan berlisan bersebrangan dengan latar belakangnya yang adalah ahli kesehatan, dan sedang menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Meskes Terawan belum juga dipecat

- Didesak mundur sejak 11 Maret 2020 dan survey independen menyatakan ia gagal, Menkes bukannya mundur karena malu dan merasa gagal seperti Menkes Catalina, tapi malah membenturkan tim medis dengan masyarakat, dengan pernyataan ambigu, contoh dengan menyatakan ada RS sengaja menularkan virus demi rupiah, tapi tidak transparan menyebutkan RS mana, sehingga masyrakat curiga kssemua RS dan membenci tim medis.

Menkes Terawan belum merasa cukup malu untuk mundur.

- Saat Menkes Victor dipecat karena bikin program tapi tidak ricek dulu ketersediaan logistik, para ukm di  Indonesia berniat membantu Menkes yang kesulitan memenuhi kebutuhan APD dengan turut membuat APD, para ukm yang maju minta tolong dibuka networking dengan para RS, agar penyaluran lancar, justru dimintai insentif oleh oknum, dengan alasan uang jasa sebagai penyambung ukm dengan RS. UKM pun mundur perlahan

Disaat para ukm giat membuat APD dengan memenuhi standart WHO, yang banyak membeli adalah para tim medis, mereka beli dengan uang pribadi untuk kebutuhan self safety, bukan diborong lembaga pemerintah atau atas nama RS milik pemerintah untuk disebar ke tim medis. Saya tahu banget hal ini, karena member saya dikomunitas turut produksi APD dan saya bantu rekap pesanan sekelompok dokter  dari kota saya.

Dan saat Mendagri sudah terlanjur memesan APD dari China, yang kita kira akan dibagi-bagi gratis, dan kenyataannya malah dijual kembali, Produk ukm difitnah tidak sesuai standart, padahal maksudnya untuk merebut pasar.

Menkes Terawan tetap belum merasa gagal untuk mengundurkan diri, sekedar MINTA MAAF pun tidak.

Benarlah guyonan Gusdur yang berbunyi:

Macam negara itu ada 4 yakni
1.Negara yang sedikit bicara, sedikit kerja (negara miskin, contoh : Nigeria, Angola).

2) Negara yang sedikit bicara, banyak kerja (penghasil Inovasi tingkat tinggi, contoh : Jepang, Korea Selatan).

3) Negara yang banyak bicara, banyak kerja (Negara yang dominan di Internasional, contoh Amerika Serikat, China).

4) Negara yang banyak bicara, sedikit kerja (maju di dunia olahraga dan hiburan ,contoh : Amerika latin, India).

"Tapi Indonesia tidak bisa dimasukkan di antara yang empat itu," kata Gusdur

"Karena di Indonesia, antara yang dibicarakan dan yang dikerjakan beda," lanjut Gusdur.

Yang dibicarakan, bagaimana sama-sama menjaga masyarakat dari pandemi, dengan memperbanyak tes masal. Yang dibicarakan bagaimana melindungi tim medis, dengan memfasilitasinya dengan APD. Tapi yang dikerjakan adalah  membuka marketplace dan beri panggung kesejumlah artis, jadi ujung-ujungnya tetap duit dan populis.

Sejak Maret 2020 keteladanan baik terkikis habis, dari mereka yang di atas yang selalu berpenampilan necis.

Tugas kita sebagai orang tua makin berat, selain harus memberi keteladan baik kepada anak-anak kita, kita juga harus tutup akses mereka meneladani keburukan tokoh-tokoh di atas, padahal media dikuasai mereka.

Semoga mereka segera tobat, dan perbuatannya tidak dilanjutkan para keturunannya, aamiin.

Mari kita sebagai orang tua, berdoa dan makin berupaya agar generasi penerus kita bisa survive dijamannya, meski hak-hak kita sebagai warga banyak dilanggar negara.

#selfreminder

(Nur Devi Rasita : 17 Juli 2020)
___
*PS: Saya dedikasikan tulisan ini untuk para dokter dan tim medis di garda terdepan, wa bil khusus ikhwanifillah Bob Fernando Dian Sabara dan Guhana Jfi dan semua dokter dan perawat yang sudah gugur dan terabaikan. Mungkin di dunia nama kalian tidak tenar, tapi di arsyNYA kalian bersinar. Tetap semangat, fillah billah lillah.