Cita-cita Erdogan Bebaskan Al-Aqsa


Hari ini menteri pertahanan Turki, menteri pertahanan Qatar dan menteri dalam negeri Libya bertemu di Ankara, Turki.

Pertemuan ini adalah pendahuluan sebelum melakukan operasi militer bersama buat menumpas para khowarij di Sirte (Libya) yang didukung Mesir, UEA dan Prancis.

Saya ngakak membaca media menulis judul berita "Kabar Buruk Buat Turki, Rupanya Mesir Disokong Militer Prancis".

Di Syam rezim Syria disokong militer Rusia. Tapi Turki bisa libas pasukan Asad.

PKK didukung Prancis. Dan juga disikat mampus.

Harap anda pahami bahwa Erdogan pemimpin muslim yang shidq dalam berjanji kepada Allah Ta'ala. Maka, Allah Ta'ala berikan taufik dan pertolongan padanya.

Sejak menjadi walikota Istambul ia berjanji akan kembalikan status dan fungsi Aya Sofya sebagai tempat wakaf dan masjid. Puluhan tahun setelah itu janji tersebut baru bisa ditunaikan.

Erdogan berjanji akan bebaskan Al-Aqsa dari penjajahan zionis yahudi. Dan dia mulai menyiapkan buat rencana dan cita-cita dengan membersihkan setahap demi tahap rezim-rezim yang menjadi penjaga zionis yahudi. Karena sesungguhnya yang menjadikan zionis yahudi tetap eksis sampai hari ini adalah para pengkhianat dari pemimpin-pemimpin Arab.

Dan kemenangan Turki di Libya akan menjadi pintu masuk ke Mesir.

Al-Aqsa takkan bisa dibebaskan kecuali Mesir dibersihkan dari Al-Sisi dan muassasah yang menopangnya.

(Hafidin Akhmad Lutfi)