Tantangan Disanggupi Dosen Senior UI, Jubir Luhut: Ada Nomor HP-nya?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tantangan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terhadap penmgkritik utang pemerintah akhirnya disanggupi dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) DR. Djamester Simarmata.

Menko Luhut, melalui Jurubicaranya Jodi Mahardi, mengaku siap menerima dengan tangan terbuka DR. Djamester Simarmata untuk duduk bersama berdiskusi mengenai kondisi keuangan dan utang Indonesia.

“Pak Menko sangat welcome untuk diskusi soal ini. Nanti dari tim kami akan menghubungi beliau untuk pengaturan lebih lanjut. Ada nomor hp-nya?” ujar Jodi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/6/2020).

Luhut Pandjaitan sebelumnya menantang setiap pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah untuk bertatap muka dengannya. Dengan bertatap muka, Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemil virus corona atau Covid-19.

“Jadi kalau ada yang mengkritik kami (pemerintah), sini saya juga pingin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong. Enggak usah ngomong di TV-lah, ketemu saya sini," kata Luhut melalui diskusi virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Luhut merasa yakin bisa menjawab setiap data yang disajikan para pengkritik, sekalipun dia berlatar belakang sebagai tentara.

"Saya bisalah jawab itu. Tapi, jangan rakyat dibohongin," kata Luhut.

Melalui akun Twitter pribadinya, DR. Djamester Simarmata menyanggupi tantangan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Caranya gimana? Saya termasuk yang tidak setuju (utang). Tolong ditentukan waktunya, saya persiapkan bahan!" tegasnya, Kamis (4/6/2020).

Djamester Simarmata mengatakan dirinya pernah menerbitkan berbagai tulisan mengenai utang pada tahun 2007 lalu. Kala itu tulisannya diterbitkan hingga 24 halaman dalam Jurnal Ekonomi.

“Tentang utang. Dalam Jurnal Ekonomi, No. 1 tahun 2007, paper saya dalam Kongres ISEI di Manado diterbitkan, hal 1-24. Di situ saya hitung, tingkat utang sustainable 29,2 persen PDB, total utang dalam  negeri dan luar negeri. Kemkeu anggap itu hanya ULN. Data 2019 total utang DN+LN telah lebih 60 persen,” urainya.

Singkatnya, dia memastikan setiap kritik yang disampaikan sudah berdasarkan data dan perhitungan matang. Djamester Simarmata juga memastikan dirinya bukan orang yang sekadar teriak tapi tanpa ada dasar yang jelas.
Baca juga :