Raja Malaysia Meminta Seluruh Rakyatnya Berdoa Untuk Palestina


[PORTAL-ISLAM.ID] Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, telah meminta negaranya untuk berdoa bagi "kesejahteraan rakyat Palestina yang ditindas oleh Israel" dan menolak rencananya pencaplokan sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Israel berencana untuk mencaplok Lembah Jordan yang diduduki dan pemukiman di Tepi Barat pada 1 Juli 2020. Otoritas Palestina menunjukkan bahwa rencana aneksasi Israel akan mencakup lebih dari 30 persen Tepi Barat.

Sultan Abdullah meminta semua warga Malaysia, terlepas dari ras dan agama, untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing dan menegaskan bahwa hak-hak Palestina harus dilindungi dan bahwa mereka akan bebas dari pendudukan Israel.

Menurut kantor berita Wafa, Sultan Abdullah juga memutuskan bahwa semua masjid harus memasukkan doa dalam setiap sholat jamaah untuk memohon perlindungan bagi rakyat Palestina kepada Allah.

"Sultan percaya bahwa perjuangan untuk kemerdekaan Palestina dapat diwujudkan jika mereka terus menerus diberikan dukungan untuk mendirikan negara merdeka di wilayah-wilayah yang diduduki Israel sejak 1967, termasuk Yerusalem Timur," kata Pengawas keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin.

Malaysia telah lama gigih dalam dukungannya untuk masalah Palestina dan menolak masuknya pemegang paspor Israel sebagai bagian dari kebijakan diplomatik yang tidak mengakui Israel.

Pada Oktober tahun lalu, Malaysia mengumumkan rencana untuk membuka kedutaan yang terakreditasi ke Palestina di ibukota Yordania, Amman, untuk memudahkan memfasilitasi bantuan bagi warga Palestina.

Sumber: Middle East Monitor

loading...